Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Pada topik sebelumnya, kamu telah melakukan percobaan tentang pertumbuhan. Setelah kamu mengamati tumbuhan yang kamu tanam, apa yang kamu lihat pada perubahan tanaman tersebut dari hari ke hari? Tanaman tersebut tumbuh dan berkembang.
        Apakah kamu mengetahui pengertian pertumbuhan dan perkembangan? Apakah pertumbuhan dan perkembangan memiliki perbedaan? Kamu akan mengetahuinya setelah mempelajari topik ini hingga tuntas.

A. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

Sebenarnya pertumbuhan dan perkembangan memiliki pengertian yang berbeda. Saat kamu mengamati hasil percobaan kamu perhari, kamu telah mengamati pertumbuhan tanaman yang kamu tanam. Tumbuhan tersebut bertambah tinggi dan besar serta memiliki banyak daun.
        Pertambahan tinggi tanaman dapat kamu ukur, bukan? Hal ini dikarenakan pertumbuhan bersifat kuantitatif (dapat diukur). Jadi, pengertian pertumbuhan adalah proses peningkatan volume yang bersifat irreversibel (tidak dapat balik) serta terjadi karena adanya pertambahan jumlah sel dan pembesaran sel. Pada proses pertumbuhan biasa disertai dengan perubahan bentuk. Seperti batang semakin tinggi dan daun semakin banyak
        Perkembangan adalah proses menuju kedewasaan. Proses perkembangan seiring dengan pertumbuhan. Perkembangan merupakan proses yang tidak dapat diukur. Artinya perkembangan bersifat kualitatif, tidak dapat dinyatakan dengan angka.
Perkembangan mewujudkan perubahan secara bertahap. Perkembangan menyangkut perubahan kualitatif di antara sel, jaringan, dan juga organ yang disebut diferensiasi.
        Diferensiasi dapat diartikan sebagai perubahan sel menjadi bentuk lainnya yang berbeda baik secara fungsi, ukuran, maupun bentuk. Contoh diferensiasi adalah pembentukan bunga. Oleh karenanya tumbuhan disebut telah dewasa apabila telah mampu berbunga.

B. Tahapan Awal Pertumbuhan

Setiap tumbuhan mengalami fase awal pertumbuhan yang sama yaitu perkecambahan. Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan perkecambahan? Perkecambahan adalah munculnya tanaman kecil dari dalam biji yang merupakan hasil pertumbuhan.
        Embrio yang terdapat di dalam biji mempunyai beberapa bagian, antara lain embrio akar (radikula), embrio batang (hipokotil), embrio daun (plumula), dan embrio pucuk (epikotil).


Faktor yang mempengaruhi perkecambahan adalah air, kelembapan, oksigen, dan suhu.
1. Air sangat diperlukan untuk melembapkan kulit biji sehingga menjadi pecah atau robek agar terjadi pengembangan embrio dan endosperma. Fungsinya untuk memberikan fasilitas masuknya oksigen ke dalam biji, untuk mengencerkan protoplasma sehingga dapat mengaktifkan berbagai enzim, dan sebagai alat transpor larutan makanan dari kotiledon ke titik tumbuh.
2. Kelembapan sangat bereratan dengan banyaknya air yang masuk ke dalam biji. Suasana yang lembap akan mempercepat proses perkecambahan.
3. Suhu optimal sangat diperlukan untuk mempercepat perkecambahan. Suhu optimal berkisar antara 26,5-35 ℃.
4. Oksigen sangat diperlukan saat berlangsungnya perkecambahan. Kurangnya suplai oksigen akan menghambat proses perkecambahan.


        Perkecambahan biji dimulai dengan imbibisi dan diakhiri ketika radikula memanjang atau muncul melewati kulit.


Perkecambahan biji memiliki proses sebagai berikut.
1. Imbibisi, yaitu masuknya air ke dalam biji. Dengan masuknya air, biji mengembang dan kulit biji akan pecah. Air yang masuk mengaktifkan embrio untuk melepaskan hormon giberelin (GA) untuk mengaktifkan enzim.
2. Pembentukan atau pengaktifan enzim yang menyebabkan peningkatan aktivitas metabolik. Enzim bekerja dengan menghidrolisis cadangan makanan yang terdapat dalam kotiledon dan endosperma.
3. Tahap selanjutnya adalah pemanjangan sel radikula, diikuti munculnya radikula dari kulit biji.


Agar kamu mengetahui bagaimana proses perkecambahan, ayo cermati uraian berikut.


Perkecambahan biji ada dua macam, yaitu epigeal dan hipogeal.
1. Tipe perkecambahan di atas tanah (Epigeal)
Tipe perkecambahan epigeal terjadi pada tanaman dikotil. Perkecambahan dimulai dengan hipokotil (embrio batang) memanjang sehingga plumula (embrio daun) dan kotiledon ke permukaan tanah. Selama daun belum terbentuk, kotiledon akan melakukan fotosintesis. Contoh perkecambahan epigeal adalah perkecambahan kacang hijau (Vigna radiata).
2. Tipe perkecambahan di bawah tanah (hipogeal)
Tipe perkecambahan hipogeal terjadi pada tanaman monokotil. Perkecambahan dimulai dengan epikotil (embrio pucuk) memanjang sehingga plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas permukaan tanah, sedangkan kotiledon tertinggal dalam tanah. Contoh perkecambahan hipogeal adalah perkecambahan jagung (Zea mays).

Related Posts:

Post a Comment