Teknologi dalam Metabolisme Makanan

Kamu telah mempelajari tentang metabolisme makanan seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Kamu telah mengetahui jika kita banyak mengonsumsi makanan berlemak dan kurang berolahraga maka lemak akan menumpuk di jaringan adiposa. Ditambah lagi asam amino dan glukosa dapat disimpan menjadi lemak di dalam tubuh.
        Apakah kamu suka berolahraga? Olahraga apa yang kamu sukai? Umumnya olahraga yang ringan, tetapi dapat membakar lemak adalah olahraga lari. Selain berolahraga sebaiknya kita memperbaiki pola makan. Teknologi yang berkaitan dengan metabolisme makanan sering dihubungkan dengan pola makan seseorang.
        Pola makan yang tidak baik dan sembarangan tanpa mempedulikan tingginya kalori yang dikonsumsi bisa mengakibatkan kegemukan atau obesitas. Selain itu, kita dapat menderita penyakit diabetes melitus. Hal ini memicu jantung koroner, gagal ginjal, dan darah tinggi. Berikut ini beberapa teknologi yang berhubungan dengan metabolisme.

1. Teknologi Makanan dengan Kadar Gula Rendah

Saat ini kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan semakin tinggi sehingga banyak dikembangkan bahan makanan dengan kadar gula rendah atau sering disebut rendah kalori. Makanan rendah kalori ini adalah makanan yang banyak mengandung serat dan sedikit gula. Contohnya sereal, roti, beras merah, singkong, kacang polong, kacang merah, buah-buahan segar, dan sayuran.
        Makanan rendah kalori ini sangat dibutuhkan untuk orang yang diet atau penderita diabetes. Bahkan makanan yang dikonsumsi tidak menghasilkan kalori karena menggunakan pemanis buatan. Contohnya sakarin, sukralosa, neotam, dan aspartam.
        Sakarin merupakan pemanis buatan dengan tingkat kemanisan 500 kali lebih manis daripada gula pasir. Sukralosa merupakan pemanis buatan dengan tingkat kemanisan sangat tinggi mencapai 600 kali dibanding sukrosa (gula meja). Neotam memiliki rasa manis 8000 kali dibandingkan gula. Aspartam merupakan pemanis buatan yang memiliki tingkat kemanisan kira-kira 200 kali lebih manis daripada gula pasir. Di antara semua pemanis tidak berkalori, hanya aspartam yang mengalami metabolisme. Setiap gram aspartam menghasilkan 4 kalori.

2. Teknologi Pengawetan Makanan

Kemajuan teknologi memungkinkan kita mengembangkan cara baru untuk mengawetkan makanan. Hal ini bertujuan untuk memperoleh kualitas yang lebih baik. ###

Macam-macam pengawetan makanan

⓵ Pengawetan secara Fisika
Pengawetan secara fisika dapat dilakukan dengan cara berikut.
a. Pengeringan, bertujuan mengurangi kandungan kadar air agar bakteri tidak dapat hidup. Misalnya selai pisang.
b. Pemanasan, bertujuan untuk merusak enzim-enzim metabolisme sehingga bakteri tidak dapat aktif kembali. Misalnya pada pembuatan dodol.
c. Pendinginan, bertujuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri sehingga makanan menjadi awet. Misalnya telur, sayuran, dan daging yang dimasukkan ke dalam kulkas lebih tahan lama dibandingkan pada suhu ruang.
⓶ Pengawetan secara Kimia
Pengawetan secara kimia melibatkan zat-zat yang bersifat kimiawi sebagai berikut.
a. Pemanisan, dilakukan dengan menambahkan larutan gula yang lebih pekat sehingga bakteri akan mati. Misalnya manisan buah-buahan.
b. Pengasinan, dilakukan dengan menambahkan larutan garam yang lebih pekat sehingga bakteri menjadi mati. Misalnya pembuatan ikan asin.
c. Pengasaman (pH rendah) dengan penambahan asam organik yaitu asam laktat dan asam benzoat. Misalnya pembuatan asinan buah-buahan.
⓷ Pengawetan secara Biologi
Pada saat ini, teknik fermentasi sudah banyak digunakan untuk mengawetkan makanan, misalnya pembuatan kecap.
⓸ Pengalengan
Pernahkah kamu makan buah yang dikalengkan? Pengalengan merupakan salah satu cara untuk mengawetkan makanan. Pengalengan merupakan pengawetan gabungan secara kimia dan fisika, yaitu diberi rasa asam atau manis dan dilakukan pada kondisi hampa udara.
⓹ Pengawetan secara Radiasi
Saat ini, telah banyak digunakan pengawetan secara radiasi yang menggunakan sinar X, ultraviolet, dan gamma. Sinar-sinar ini dapat membunuh mikroba dan menghambat pertunasan, misalnya pengawetan buah-buahan, umbi-umbian, dan biji-bijian.

3. Teknologi Energi Substitusi ◙◙◙◙

Pernahkah kamu sakit atau di rumah sakit? Saat sakit, tubuh kita membutuhkan asupan makanan yang mengandung energi. Contohnya adalah cairan infus, suplemen makanan, dan garam beryodium.
        Cairan infus adalah bahan makanan yang diberikan khusus di pembuluh vena. Cairan ini berupa glukosa yang siap dikonversi menjadi energi oleh tubuh. Cairan infus juga mengandung garam mineral untuk menjaga keseimbangan elektrolit dalam darah.
        Suplemen makanan adalah produk yang digunakan untuk melengkapi makanan yang mengandung satu atau lebih kombinasi bahan. Manfaatnya untuk memelihara kesehatan tubuh. Jika kita mengonsumsi makanan yang seimbang maka suplemen makanan tidak diperlukan tubuh.
        Garam beryodium membantu tersedianya garam mineral mikro yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Yodium dimanfaatkan tubuh untuk menjaga fungsi kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid bertugas untuk mengatur kecepatan pembakaran energi, memproduksi protein, serta mengatur dan menghasilkan hormon. Ketika kelenjar ini kekurangan unsur yodium, tubuh akan merangsang kelenjar tiroid untuk bekerja lebih keras yang mengakibatkan pembengkakan kelenjar tiroid (penyakit gondok).

Related Posts:

Post a Comment