KAIDAH BAHASA TEKS CERITA SEJARAH

Pada pelajaran sebelumnya tentunya kalian telah memahami struktur teks cerita sejarah. Teks cerita sejarah biasanya menggunakan penggunaan waktu lampau/masa lalu. Teks cerita sejarah juga dibuat bukan berdasarkan imajinasi pengarang dan tidaklah bersifat fiktif, tetapi bersifat nyata dan benar-benar telah terjadi di masa lalu.
      Tujuan kita mempelajari teks cerita sejarah ini adalah agar kita dapat memahami kejadian-kejadian yang terjadi di masa lalu sehingga kita bisa memetik hikmah dari setiap peristiwa yang ada.
      Apakah kalian sudah tahu bagaimana kaidah kebahasaan dalam teks cerita sejarah? Apa yang membedakan teks cerita sejarah dengan teks yang lainnya?
      Kaidah teks cerita sejarah mencakup tiga hal, yaitu sifatnya yang nonfiktif, sumbernya dari peristiwa sejarah, dan bahasa menggunakan penunjuk waktu yang sangat jelas dan faktual.
Lebih jelasnya, kaidah-kaidah dalam teks cerita sejarah di antaranya sebagai berikut.
1. Bersifat nonfiktif
Teks cerita sejarah dapat dibuktikan kebenarannya melalui dokumen sejarah. Dengan demikian, tokoh, alur, dan latar yang diceritakan dalam teks cerita sejarah haruslah nyata dan bukan hasil rekaan penulis.
2. Bersumber dari sejarah
Hal yang membedakan teks cerita sejarah dan teks lainnya adalah sumber yang dijadikan dasar penulisan adalah sejarah atau peristiwa yang benar-benar terjadi, peristiwa yang tercatat dan tetap diingat masyarakat karena mengandung nilai yang tinggi.
3. Menggunakan bahasa naratif
Teks cerita sejarah merupakan teks naratif. Oleh sebab itu, teks ini menggunakan bahasa naratif yang banyak mengandung urutan waktu untuk menggambarkan peristiwa.
a. Adanya konjungsi (kata sambung)
Konjungsi adalah kata yang menghubungkan antara induk kalimat dan anak kalimat atau dapat diartikan juga konjungsi merupakan unsur-unsur kalimat yang berfungsi menyambungkan dua buah frasa atau kalimat dengan tujuan untuk menyatakan urutan peristiwa.
Contoh :
- Setelah mendengar berita kekalahan Jepang pada perang pasifiik, golongan muda mendesak golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Petunjuk : konjungsi digunakan untuk menyambungkan dua buah frasa/kalimat.
Penjelasan : kata yang digaris bawahi merupakan salah satu contoh konjungsi yang menyatakan urutan peristiwa. Contoh konjungsi lainnya adalah (lalu, selanjutnya, berikutnya, setelah.
b. Penggunaan fungsi keterangan waktu dan tempat
Fungsi keterangan merupakan kata yang mengungkapkan subjek, predikat dan keterangan. Sudah kita kenali bahwa fungsi dalam kalimat terdiri atas subjek (S), Predikat (P), objek (O) dan keterangan (K).
Contoh :
- Pada tanggal 6 Agustus 1945 telah terjadi pengeboman di kota Hiroshima Jepang.
- Ir. Soekarno dan Radjiman Widyodiningrat diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu jenderal Marsekal Terauchi.
- Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarni, B.M. Diah, Sudiro dan Sayuti Melik.
Petunjuk : Keterangan dibagi menjadi 3 bagian yaitu keterangan tempat, waktu dan cara.
Catatan : kata yang bergaris bawah merupakan kata yang menunjukkan keterangan.


Perhatikan contoh

Masyarakat zaman pra-aksara terutama periode zaman neolitikum sudah mengenal sistem kepercayaan. Mereka meyakini bahwa roh seseorang yang telah meninggal akan ada kehidupan di alam lain. Oleh karena itu, roh orang yang sudah meninggal akan senantiasa dihormati oleh sanak kerabatnya. Upacara kematian merupakan manifestasi dari rasa bakti dan hormat seseorang terhadap leluhurnya yang telah meninggal. Sistem kepercayaan masyarakat pra-aksara yang demikian itu telah melahirkan tradisi zaman megalitikum atau zaman batu besar. Sistem kepercayaan dan tradisi batu besar itu telah mendorong berkembangnya kepercayaan animisme (memuja roh nenek moyang).


Mari kita ulas.

Teks di atas termasuk ke dalam teks sejarah karena memenuhi kaidah teks sejarah.
Kaidah-kaidah teks sejarah yang digunakan dalam teks di atas adalah cerita di masa lampau, menggunakan konjungsi atau kata sambung yang menggambarkan urutan peristiwa, dan adanya keterangan waktu dan tempat.


Poin Penting

• Kaidah dalam penulisan teks sejarah adalah sifatnya yang nonfiktif, sumbernya dari peristiwa sejarah, dan bahasa menggunakan penunjuk waktu yang sangat jelas dan faktual
• Kata keterangan dibagi menjadi 3 bagian yaitu: keterangan cara, keterangan waktu dan tempat.

Related Posts:

Post a Comment