Persamaan Garis Singgung Lingkaran


Pada materi sebelumnya sudah dipelajari bahwa suatu garis y = mx + n akan menyinggung lingkaran L = x2 + y2 = r2 jika diskriminan dari perpotongan garis dan lingkarannya sama dengan nol. Persamaan garis singgung lingkaran dapat ditentukan melalui titik pada lingkaran, melalui titik di luar lingkaran, atau jika gradien garis singgungnya diketahui. Berikut Ulasannya :


1. Persamaan Lingkaran Melalui Titik Pada Lingkaran

Misalkan diketahui titik (x1,y1) terletak pada lingkaran x2 + y2 = r2. Perhatikan bahwa (x1,y1) merupakan titik singgung dari singgung lingkaran tersebut.

Pada lingkaran x2 + y2 = r2 , lingkaran melalui (x1y1) sehingga berlaku x12 + y12 = r12.
Contoh:
Tentukan persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 = 41 di titik (-4,5) !
Pembahasan:
Titik (-4,5) berada pada lingkaran x2 + y2 = 41 sehingga persamaan garis singgungnya:
x1x + y1y = r2
-4x + 5 y = 41

2. Persamaan Garis Singgung Lingkaran dengan Gradien m

Perhatikan gambar berikut:
Misalkan diketahui garis y = mx + n dengan gradien m dan lingkaran x2 + y2r2.

Substitusi persamaan garis ke dalam persamaan lingkaran didapat:
x2 + (mx + n)2 = r2
x2 + m2x2 + 2mnx + n2 = r2
(1 + m2)x2 + 2mnx + n2 = r2
Garis y = mx + n menyinggung lingkaran x2 + y2r2 jika D = 0.
Contoh:
Tentukan persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 = 36 yang tegak lurus garis
x - 2y - 5 = 0 !

3. Persamaan Garis Singgung Lingkaran yang Melalui Sebuah Titik (x,y) di Luar Lingkaran

Contoh:
Tentukan persamaan garis singgung lingkaran melalui (1,5) pada lingkaran x2 + y2 = 25 !
Pembahasan:
Titik (1,5) jika disubstitusikan ke persamaan nilainya > 20, artinya titik tersebut berada di luar lingkaran. Persamaan garis singgung yang melalui (1,5) adalah
y -5 = m(x - 1)
y = mx - m + 5
Substitusikan y = mx - m + 5 ke persamaan x2 + y2 = 25 sehingga didapat
x2 + (mx - m + 5)2 = 25
x2 + m2x2 - 2m2x + m2 + 10mx - 10m + 25 = 25
(1 + m2)x2 + (-2m2 + 10m)x + m2 - 10m = 0
Karena garis menyinggung lingkaran maka D = 0 .
[End]
Sekian, Semoga bermanfaat !!!
Share and Comment !!!

Related Posts:

Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

1. Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan


Perang di kawasan Asia Pasifik telah mengubah keadaan secara global, baik di kawasan Asia maupun Eropa. Jepang sebagai wakil dari negara Asia yang terlibat dalam perang tersebut tentu mempengaruhi keadaan di kawasan Asia lainnya, termasuk Indonesia. 
Menyerahnya Jepang kepada Sekutu tanpa syarat dimanfaatkan oleh Indonesia untuk segera memproklamasikan kemerdekaannya. Kekalahan Jepang telah diketahui oleh Indonesia yaitu pada tanggal 10 Agustus 1945. Sutan Syahrir mendengar berita lewat radio bahwa Jepang menyerah kepada Sekutu, sehingga para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang. Mereka pun segera mengadakan rapat di salah satu ruangan Laboratorium Bakteriologi di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta pada tanggal 15 Agustus 1945, pukul 20.30. Hadir pada rapat, antara lain, Chaerul Saleh, Djohar Nur, Kusnandar, Subadio, Subianto, Margono, Wikana, dan Alamsyah. Rapat itu dipimpin oleh Chaerul Saleh dan menghasilkan keputusan tuntutan-tuntutan golongan pemuda yang menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak dan masalah rakyat Indonesia sendiri. Yang mendapat kepercayaan dari golongan muda untuk menemui Soekarno adalah Wikana dan Darwis. 
Pada waktu itu, Soekarno dan Moh. Hatta lebih memilih agar proklamasi dilakukan melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), sementara golongan pemuda menginginkan agar proklamasi dilakukan secepatnya tanpa melalui PPKI yang dianggap sebagai badan bentukan Jepang. Akibat adanya perbedaan pandangan tersebut, maka golongan pemuda memutuskan untuk mengasingkan Soekarno-Hatta yang dianggap sebagai "golongan tua" ke suatu daerah yaitu Rengasdengklok dengan tujuan agar Soekarno dan Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Para golongan pemuda khawatir apabila kemerdekaan yang sebenarnya merupakan hasil dari perjuangan bangsa Indonesia, seolah-olah akan menjadi pemberian dari Jepang.
Golongan muda gigih berusaha meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya. Di Jakarta, golongan muda (Wikana) dan golongan tua (Mr. Ahmad Soebardjo) melakukan perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Mr. Ahmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu-buru memproklamasikan kemerdekaan. Setelah tiba di Jakarta, mereka pulang ke rumah masing-masing. 
Mengingat bahwa Hotel Des Indes (sekarang kompleks pertokoan di Harmoni) tidak dapat digunakan untuk pertemuan setelah pukul 10 malam, maka tawaran Laksamana Muda Maeda untuk menggunakan rumahnya (sekarang gedung museum perumusan teks proklamasi), sebagai tempat rapat PPKI, diterima oleh para tokoh Indonesia. 



Selanjutnya, perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00-04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan rumah Laksamana Tadashi Maeda, Jl. Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah, Sayuti Melik, Sukarni, dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Adapun teks Proklamasi Indonesia diketik oleh Sayuti Melik. 
Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur No. 56 telah hadir, antara lain, Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani, dan Trimurti. 
Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati, dikibarkan serta disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, Wakil Walikota Jakarta dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.
Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu, ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih), yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Kemudian dikibarkanlah bendera dengan diiringi lagu Indonesia Raya.
Berita tentang proklamasi Indonesia mendapat pertentangan dari pasukan Jepang yamg ada di Indonesia. Mereka, misalnya, melakukan penyegelan pemancar pada Kantor Radio Domei dengan tujuan agar berita proklamasi tersebut tidak dapat disebarluaskan kepada rakyat Indonesia. Tapi, dengan jiwa nasionalisme yang tinggi, para pemuda bersama Jusuf Ronodipuro (seorang pembaca berita di Radio Domei) ternyata mampu membuat pemancar baru dengan bantuan teknisi radio, di antaranya, Sukarman, Sutanto, Susilahardja, dan Suhandar. Mereka mendirikan pemancar baru di Menteng 31, dengan kode panggilan DJK1. Dari sinilah selanjutnya berita proklamasi kemerdekaan disiarkan.
Usaha dan perjuangan para pemuda dalam penyebarluaskan berita proklamasi juga dilakukan melalui media pers dan surat selebaran. Hampir seluruh harian di Jawa dalam terbitan tanggal 20 Agustus 1945 memuat berita proklamasi kemerdekaan dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Harian Suara Asia di Surabaya merupakan koran pertama yang memuat berita proklamasi. Beberapa tokoh pemuda yang berjuang melalui media pers, antara lain, B.M. Diah, Sayuti Melik, dan Sumanang. Proklamasi kemerdekaan juga disebarluaskan kepada rakyat Indonesia melalui pemasangan plakat, poster, maupun coretan pada dinding tembok dan gerbong kereta api, misalnya dengan slogan ’Respect Our Constitution, August 17!!!’ (Hormatilah Konstitusi Kami, 17 Agustus!!!). 
Melalui berbagai cara dan media tersebut, akhirnya berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dapat tersebar luas di wilayah Indonesia dan hingga mancanegara. Di samping melalui media massa, berita proklamasi juga disebarkan secara langsung oleh para utusan daerah yang menghadiri sidang PPKI. Para utusan PPKI yang ikut menyebarkan berita proklamasi, yaitu Teuku Mohammad Hassan (Aceh), Sam Ratulangi (Sulawesi), Ketut Pudja (Bali), dan A. A. Hamidan dari Kalimantan.


2. Pembentukan Pemerintahan Pertama Republik Indonesia

Di antara syarat terbentuknya negara ialah adanya pemerintahan yang berdaulat. Tentunya pemerintahan yang dikatakan berdaulat harus memiliki alat kelengkapan negara. Oleh sebab itu, setelah pelaksanaan proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, maka para pejuang bangsa Indonesia mulai menata kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menyusun alat kelengkapan negara. Usaha menyusun alat kelengkapan negara, antara lain, dilakukan melalui :
a. Sidang PPKI yang pertama, tanggal 18 Agustus 1945, mengambil keputusan :
1. Mengesahkan UUD 1945
2. Memilih Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden
3. Untuk sementara waktu tugas Presiden akan dibantu oleh Komite Nasional
b. Sidang PPKI yang kedua, tanggal 19 Agustus 1945, dengan keputusan :
1. Menetapkan 12 kementerian
2. Membagi wilayah RI menjadi 8 Provinsi yang dikepalai oleh Gubernur
c. Sidang PPKI yang ketiga, tanggal 22 Agustus 1945, dengan keputusan :
1. Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang akan berfungsi sebagai Dewan Perwakilan Rakyat yang berkedudukan di Jakarta, dengan ketuanya Mr. Kasman Singodimejo.
2. Membentuk Partai Nasional Indonesia, yang ditetapkan sebagai satu-satunya partai di Indonesia. Namun, ini menimbulkan reaksi keras dari berbagai kalangan yang menghendaki agar masyarakat diberi kebebasan untuk mendirikan partai politik. Hal tersebut mendorong keluarnya Maklumat Pemerintah tanggal 3 Nopember 1945 No. X yang berisi tentang pembentukan partai-partai politik
3. Membentuk Badan Keamanan Rakyat, yang beranggotakan para pemuda bekas HEIHO, PETA dan KNIL, dan anggota anggota badan semi militer lainnya.
Pada tanggal 5 Oktober 1945 pemerintah membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Sebagai panglima, diangkat Supriyadi. Namun karena yang bersangkutan tidak pernah muncul, maka posisinya digantikan oleh Sudirman, sedangkan sebagai Kepala Staf Umum diangkatlah Oerip Sumoharjo. Nama TKR kemudian diubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI), sesuai dengan maklumat pemerintah 26 Januari 1946. Selanjutnya, pada tanggal 7 Juni 1947, nama TRI diubah menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Dalam menjalankan pemerintahan, pada awal kemerdekaan, Presiden Soekarno dengan persetujuan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) membentuk 8 Provinsi di Indonesia dengan dipimpin seorang Gubernur :
1. Sumatera dengan Gubernur Teuku Mohammad Hasan
2. Jawa Barat dengan Gubernur Sutardjo Kartohadikusumo
3. Jawa Tengah dengan Gubernur R.Panji Surono
4. Jawa Timur dengan Gubernur R.M. Suryo
5. Sunda Kecil dengan Gubernur MR.I.Gusti Ketut Puja
6. Maluku dengan Gubernur MR.J.Latuharhary
7. Sulawesi dengan Gubernur Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi
8. Kalimantan dengan Gubernur Ir. Pangeran Mohammad Noor


3. Tokoh-tokoh Nasional yang Berperan dalam Usaha Proklamasi

Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 merupakan tonggak perjuangan merebut kekuasaan dari tangan penjajah. Dengan adanya proklamasi, berarti bangsa Indonesia memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri dan terlepas dari intervensi asing. Momentum proklamasi tersebut merupakan perjuangan seluruh komponen bangsa. Namun, ada beberapa nama yang menjadi aktor atau tokoh utama di balik proklamasi kemerdekaan RI. Adapun tokoh-tokoh tersebut adalah :
1. Soekarno dan M. Hatta
Soekarno-Hatta bersama tokoh-tokoh nasional lainnya mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Berdasarkan sidang yang diadakan oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), panitia kecil untuk upacara proklamasi yang terdiri dari delapan orang pun resmi dibentuk.
Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Teks proklamasi secara langsung dibacakan oleh Soekarno kepada warga masyarakat yang sejak pagi telah memenuhi halaman rumahnya di Jl.Pegangsaan Timur No. 56 (Jakarta). Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945, pengangkatan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta dikukuhkan oleh KNIP.
2. Sayuti Melik
Sayuti Melik turut hadir dalam peristiwa perumusan naskah Proklamasi dan menjadi anggota susulan PPKI. Setelah itu, ia menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Beliau adalah tokoh yang mengetik naskah teks proklamasi setelah disempurnakan dari tulisan tangan asli. Teks proklamasi tulisan tangan Bung Karno diketik oleh Sayuti Melik dengan beberapa perubahan kata.
3. Sukarni dan 10 tokoh pemuda
Sukarni adalah tokoh pemuda yang sebelumnya pernah memimpin asrama angkatan baru yang berlokasi di Menteng Raya 31. Sewaktu kabar kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik samar-samar terdengar, Sukarni dan beberapa pemuda radikal mendesak agar kemerdekaan segera diproklamasikan. Mereka menculik Sukarno-Hatta ke Rengasdengklok. Sempat terjadi silang pendapat antara kedua generasi itu, namun Soekarno-Hatta akhirnya setuju dan keesokan harinya membacakan proklamasi.
Tokoh pemuda revolusioner yang berperan mendorong sangat keras Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 ialah Sukarni, Chaenal Saleh, A.M. Hanafi, Adam Malik, Wikana, Pandu Kartawiguna, Maruto Nitimihardjo, Kusnaeni (Pancen), Darwis, Djohar Nur, dan Armunanto. Kelompok pemuda ini dinamakan Komite van Aksi Proklamasi di mana Sukarni menjabat sebagai Ketua, Chairul Saleh sebagai Wakil Ketua, dan AM. Hanafi sebagai Sekretaris Umum. Adapun tokoh-tokoh lainnya menjadi Anggota Komite. Oleh karena Sukarno-Hatta terlihat ragu-ragu menerima dorongan keras, maka para pemuda revolusioner mengambil keputusan untuk mengasingkan Sukarno Hatta ke luar kota Jakarta, dan kejadian ini kemudian terkenal sebagai ’Peristiwa Rengasdengklok’.
4. B.M. Diah
Beliau merupakan wartawan yang berperan dalam menyiarkan kabar berita kemerdekaan Indonesia ke seluruh penjuru tanah air.
5. Latif Hendraningrat, S. Suhud 
Mereka berperan penting dalam pengibaran bendera merah putih pada acara proklamasi 17 Agustus 1945.
6. Syahrudin
Adalah seorang telegrafis pada kantor berita Jepang yang mengabarkan berita proklamasi kemerdekaan negara Indonesia ke seluruh dunia secara sembunyi-sembunyi ketika personil Jepang beristirahat, pada tanggal 17 agustus 1945 jam 4 sore.
7. Soewirjo
Beliau adalah walikota Jakarta Raya yang mengusahakan kelancaran kegiatan Upacara Proklamasi Kemerdekaan yang diadakan di Jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta Pusat atau kediaman Soekarno.

Sekian,,,, Semoga Bermanfaat !!!

Related Posts:

25 Desember Bukanlah Hari Kelahiran Yesus (Nabi Isa A.S)

Menurut Al-Qur’an, Alkitab, dan Wikipedia Indonesia, Yesus bukanlah lahir pada tanggal 25 Desember.


1) Menurut Al-Qur’an (QS. 19:25) : “Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu kearah mu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu”.
Ayat ini mengabarkan bahwa setelah Maryam melahirkan Yesus, ia merasa lapar dan berputus asa sehingga datanglah Malaikat Jibril menyampaikan pesan dari Allah SWT untuk menggoyang pangkal pohon kurma yang sedang berbuah banyak. Ini menandakan bahwa saat Yesus lahir, pohon kurma sedang berbuah banyak lagi masak dan hanya dengan menggoyang pangkalnya saja, maka buah kurma itu akan berjatuhan. Karena Palestina ada di belahan bumi utara, maka masa yang tepat dimana buah kurma yang masak dapat berjatuhan dari pohonnya ketika digoyang adalah pada pertengahan musim panas. Dan yang pasti bukan pada bulan Desember, karena di Bethlehem (Palestina), Desember adalah musim dingin.
2) Menurut Alkitab (Lukas 2:8) : “Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam
Jika Yesus lahir pada bulan Desember, maka seluruh penggembala dan ternak itu akan mati beku, bila secara alami berada di lapangan pada tengah malam musim dingin. Sebab di Palestina, Desember adalah musim dingin. Maka ini hanya akan terjadi pada musim panas, yang bukan pada bulan Desember.
3) Menurut Wikipedia Indonesia
Natal (dari bahasa Portugis yang berarti “kelahiran”) adalah hari raya bagi umat Kristen. Setiap tahunnya umat Kristiani merayakan Natal pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Namun sebenarnya kelahiran Yesus Kristus bukan jatuh pada tanggal 25 Desember. Natal merupakan hari raya baru yang diadopsi dari tradisi Romawi, sebagai perayaan dies natalis solis invictus (hari kelahiran dewa matahari yang tak terkalahkan). Natal selalu dirayakan dengan pesta pora oleh para penyembah Dewa Matahari beserta teman-teman mereka yang beragama Kristen. [1]
Kemungkinan besar Yesus sebenarnya tidak lahir pada tanggal 25 Desember, hal ini dibuktikan dengan cerita tentang para gembala yang sedang menggembalakan hewan peliharaan mereka. Pada bulan Desember hingga Januari, daerah Timur Tengah justru mengalami musim dingin, sehingga sangat tidak masuk akal untuk menggembalakan hewan pada waktu-waktu tersebut.
………..Oleh karena itu, ada beberapa aliran Kristen yang tidak merayakan tradisi Natal, yaitu aliran Gereja Yesus Sejati, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Seventh Day Baptist (Gereja Baptis Hari Ketujuh), Saksi-Saksi Yehuwa, United Church of God (Perserikatan Gereja Tuhan), Messianic Judaism (Yahudi Mesianik), dan Gereja Jemaat Allah Global Indonesia (Unitarian Indonesian Church).

For More Information, Watch this video :

Sekian, Semoga bermanfaat.....
Comment and Share !!!

Related Posts:

Menginterpretasi Isi Teks Cerpen




Arti kata interpretasi menurut KBBI adalah pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoretis terhadap sesuatu. Tafsiran atau Interpretasi karya sastra tidak sekadar menafsirkan permukaan karya sastra saja tapi sampai pada kedalaman makna karya sastra tersebut. Untuk itu apabila akan menafsirkan karya sastra harus memiliki wawasan bahasa, sastra, dan budaya yang luas dan mendalam. Pencapaian interpretasi yang optimal bergantung pada kecermatan dan ketajaman penafsir. Karena bahasa merupakan media tanpa batas, maka setiap pembaca akan memiliki interpretasi yang berbeda terhadap karya sastra. Sebagian besar teks sastra bersifat simbolik. Teks cerpen merupakan salah satu teks sastra. Teks cerpen yang bersifat simbolik tidak menyajikan makna melainkan menyajikan fenomena. Untuk itu pembaca diharapkan mampu masuk ke dalam fenomena dalam cerpen yang dibaca. Untuk dapat menyelami fenomena, teks cerpen harus dibaca dengan hati-hati dan terus menerus.

Sedangkan Cerita pendek merupakan hasil karya kreatif manusia tentang kehidupannya sebagai objek dan menggunakan media bahasa. Cerpen bukan hanya merupakan media penyampaian ide, teori atau sistem berpikir, tetapi juga merupakan media untuk menampung ide, teori atau sistem berpikir manusia. Cerpen sebagai suatu karya sastra mencoba memberikan pemahaman dan kesadaran tentang situasi dan masalah-masalah yang dihadapi manusia. Sebagai suatu karya sastra, cerpen juga memberikan hiburan dengan nilai estetik dengan rasa dan nilai kemanusiaan. Cerpen bermaksud menggugah kepedulian pembaca atas kehidupan ini.

Menginterpretasi makna sebuah cerita pendek berarti mencari nilai-nilai kehidupan yang disampaikan penulisnya. Cerpen diciptakan untuk dinikmati, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Seorang sastrawan sanggup menemukan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat yang akan diangkat menjadi tema dalam karyanya sehingga akan tercipta kreativitas karya yang bermutu. Berangkat dari sebuah asumsi bahwa kehidupan sosial menjadi pemicu lahirnya sebuah karya maka sebuah cerpen diciptakan pengarang untuk merefleksikan kehidupan sosial dalam karyanya. Dalam menciptakan karyanya sastrawan tidak bisa terlepas dari masyarakatnya. Dengan melihat kenyataan yang dilihatnya, sastrawan memberikan fakta kepada pembaca. Pembaca memiliki hak untuk memberikan penilaian tanpa merasa didikte. Oleh karena itu, untuk dapat menginterpretasi sebuah teks cerpen pembaca sebaiknya mengetahui latar belakang pengarangnya sehingga dapat menafsirkan makna cerpen yang ditulisnya.

Interpretasi teks cerpen dapat dilakukan dengan cara:
1) menemukan data-data yang diperoleh tentang tokoh cerita,
2) menemukan kaitan fakta dengan cerita,
3) karakteristik tokoh,
4) kaitan keberhasilan tokoh dengan fakta kehidupan,
5) menemukan nilai-nilai kehidupan yang disampaikan.

Adapun nilai-nilai yang biasa terkandung dalam cerita pendek adalah sebagai berikut:
a. nilai sosial, yaitu tentang hubungan masyarakat,
b. nilai agama, yaitu tentang perilaku/refleksi kebenaran aturan-aturan Tuhan,
c. nilai budaya, yaitu tentang kebiasaan, karya cipta manusia, dan adab-adab tradisional,
d. nilai moral, yaitu tentang baik buruknya perilaku dasar manusia.

Perhatikanlah Penggalan cerpen "Banun", karya Damhuri Muhammad berikut!
Sejak itulah Banun menyingkapkan rahasia hidupnya pada anak-anaknya, termasuk pada Rimah, anak bungsunya itu. Ia menjelaskan kata ”tani” sebagai penyempitan dari ”tahani”, yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa orang kini berarti: ”menahan diri”. Menahan diri untuk tidak membeli segala sesuatu yang dapat diperoleh dengan cara bercocok tanam. Sebutlah misalnya, sayur-mayur, cabai, bawang, seledri, kunyit, lengkuas, jahe. Di sepanjang riwayatnya dalam menyelenggarakan hidup, orang tani hanya akan membeli garam. Minyak goreng sekalipun, sedapat-dapatnya dibikin sendiri. Begitu ajaran mendiang suami Banun, yang meninggalkan perempuan itu ketika anak-anaknya belum bisa mengelap ingus sendiri. Semakin banyak yang dapat ”ditahani” Banun, semakin kokoh ia berdiri sebagai orang tani.

Mari kita Interpretasi cerpen diatas sebagai berikut.
- Siapakah tokoh pada cerita tersebut? Banun
- Bagaimana karakteristik tokoh tersebut? Seorang perempuan yang tangguh karena mampu kokoh berdiri sebagai seorang tani sepeninggal suaminya.
- Apakah nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya? Menahan diri untuk tidak membeli segala sesuatu yang dapat diperoleh dengan bercocok tanam.

Interpretasi teks cerpen dapat melalui penelaahan unsur intrinsik atau ekstrinsiknya.
Melalui telaah unsur intrinsik dan ekstrinsik kita bisa melakukan interpretasi. Kedua unsur itu adalah sebagai berikut.
1. Tema
Tema teks cerpen adalah hal yang dibahas dalam cerpen tersebut. Hal ini dapat diketahui dari apa yang jadi konflik antartokoh, apa yang menjadi perasaan, pikiran, keinginan para tokoh.
2. Amanat
Amanat adalah pesan berharga yang ada dalam teks cerpen. Amanat selalu berkaitan dengan tema.
3. Alur
Alur adalah jalan cerita yang dipakai penulis dalam menceritakan kisahnya.
4. Penokohan
Penokohan adalah cara penulis menggambarkan karakter tokoh-tokohnya.
5. Latar
Latar meliputi tempat, waktu, dan suasana peristiwa yang terjadi atau yang diceritakan.
6. Latar belakang sosial budaya
Latar belakang sosial budaya termasuk unsur ekstrinsik yang mempengaruhi disaat lahirnya teks cerpen tersebut. Bisa saja, pada kurun waktu tertentu banyak cerpen yang bertema tentang penderitaan rakyat akibat kenaikan BBM karena pada saat itu keadaan sosial budaya masyarakat pada kenyataannya sedang dirundung malang akibat kenaikan BBM.

Tahapan yang dapat dilakukan untuk interpretasi isi teks adalah sebagai berikut.
1. Membuat pertanyaan-pertanyaan atas teks tersebut.
Misalnya:
a. Mengapa judul yang diambil penulis itu?
b. Kenapa tokoh A demikian?
c. Kenapa latarnya demikian?
2. Memproduksi pesan yang didapatkan.
Jawaban-jawaban atas pertanyaan tadi akan bisa disusun untuk mendapatkan pesan yang utuh dari teks cerpen yang sedang kita interpretasikan. [End]

Sekian postingan saya kali ini, semoga bermanfaat !
Share and Comment !

Related Posts: