Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal


1. Kebijakan Moneter

Pengertian Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter merupakan kebijakan bank sentral atau otoritas moneter dalam bentuk pengendalian terhadap banyaknya jumlah uang yang beredar untuk mencapai perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan. Kegiatan perekonomian yang dimaksud adalah kestabilan perekonomian makro yang tercermin dalam kestabilan harga (rendahnya laju inflasi), membaiknya perkembangan out put riil (pertumbuhan ekonomi) serta cukup luasnya kesempatan kerja yang tersedia. Kebijakan moneter yang dimaksud di atas adalah bagian integral dari kebijakan ekonomi makro yang pada umumnya dilakukan dengan mempertimbangkan siklus ekonomi, sifat perekonomian suatu negara (terbuka atau tertutup) serta faktor-faktor fundamental ekonomi lainnya.

Tujuan Kebijakan Moneter, meliputi :
Memelihara stabilitas harga
Kebijakan moneter mempunyai sasaran untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan uang agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan uang yang dapat berakibat pada keguncangan harga
Mendukung pertumbuhan ekonomi yang rill dan mantap
Mantapnya kegiatan investasi dan usaha peningkatan produksi merupakan prasyarat tercapainya pertumbuhan ekonomi yang mantap. Pertumbuhan ekonomi yang ingin dicapai adalah pertumbuhan rill yakni pertumbuhan dalam ukuran jumlah barang dan jasa yang dihasilkan bukan pertumbuhan dalam hitungan uang semata-mata.
Mendukung tercapainya tingkat pengangguran yang rendah
Pengangguran yang tinggi merupakan musuh setiap perekonomian. Setiap negara berusaha melakukan kebijakan untuk menguranginya, antara lain dengan kebijakan moneter.

Kebijakan moneter yang dilakukan dalam rangka pengendalian jumlah uang beredar (JUB), dapat dilakukan melalui beberapa instrumen. Adapun instrumen kebijakan moneter di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi:
a) Kebijakan Moneter Kualitatif adalah kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia dalam bentuk himbauan moral kepada para pemimpin bank-bank umum agar ikut mengamankan apa yang menjadi kebijakan Bank Indonesia. Wujud kebijakan moneter kualitatif ini antara lain: bujukan moral (moral suasion); kredit selektif dan lainnya.
b) Kebijakan Moneter Kuantitatif adalah kebijakan moneter dalam rangka pengendalaian jumlah uang yang beredar melalui pengendalian besaran moneter yang berujud angka-angka atau kuantitatif. Ujud kebijakan moneter kuantitatif antara lain:
- Politik diskonto adalah kebijakan pemerintah untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar dengan cara menaikkan atau menurunkan tingkat menurunkan tingkat bunga pada bank. Tingkat bunga yang dapat diatur pemerintah adalah tingkat bunga pinjaman dari bank sentral kepada bank-bank umum.
- Politik operasi pasar terbuka adalah kebijakan pemerintah untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga milik negara.
- Kebijakan syarat cadangan kas pada bank adalah kebijakan pemerintah untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar dengan cara menetapkan jumlah minimum cadangan kas yang harus ada pada setiap bank.


Kebijakan moneter memiliki peran dan fungsi. Adapun peran dan fungsi kebijakan moneter adalah sebagai berikut :
Peran Kebijakan Moneter
1. Mempertahankan iklim investasi
Dengan tingkat inflasi yang rendah, maka iklim investasi akan tetap hidup. Jika inflasi rendah, suku bunga bank juga cenderung rendah. Rendahnya suku bunga bank akan mendorong orang untuk melakukan investasi atau usaha baru.
2. Memperluas kesempatan kerja
Kebijakan moneter dapat menciptakan iklim kondusif bagi berlangsungnya berbagai kegiatan ekonomi. Setiap kegiatan ekonomi membutuhkan tenaga kerja. Adanya kegiatan ekonomi berarti pula memperluas kesempatan kerja.
3. Menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi
Keadaan ekonomi yang kondusif memungkinkan terjadinya pertumbuhan ekonomi. Adanya kestabilan nilai kurs mata uang serta kestabilan harga barang dan jasa sangat dibutuhkan para investor atau pengusaha dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi yang berjalan baik menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
4. Memperbaiki kondisi neraca pembayaran
Neraca pembayaran nasional dikatakan baik jika mengalami surplus atau nilai ekspor melebih nilai impor. Untuk mencapai kondisi tersebut, kebijakan moneter yang terkait dengan mata uang atau nilai kurs sangat diperlukan. Kebijakan moneter dapat mempertahankan stabilitas kurs maupun menurunkan ke tingkat yang diinginkan. Dengan suatu tingkat kurs tertentu, diharapkan barang-barang produksi dalam negeri akan bisa lebih murah dibanding produk dari negara lain. Kondisi ini meningkatkan daya saing produk dalam negeri sehingga pada akhirnya akan memperbesar volume ekspor (menciptakan neraca pembayaran yang surplus).
5. Menjaga kestabilan nilai kurs mata uang
Untuk menjaga agar nilai kurs mata uang stabil sesuai yang diharapkan, maka Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter berupa operasi pasar terbuka. Dalam keadaan apabila nilai kurs mata uang rupiah merosot tajam dibanding dollar Amerika Serikat, maka Bank Indonesia melakukan intervensi pasar dengan menjual dollar.
6. Menjaga kestabilan harga barang dan jasa
Masyarakat membutuhkan keadaan dimana harga barang dan jasa tetap stabil sehingga dapat menjalankan usahanya. Untuk menciptakan keadaan seperti itu, maka Bank Indonesia dapat melakukan kebijakan moneter berupa menaikkan atau menurunkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Tujuan kebijakan ini adalah untuk menurunkan atau menaikkan jumlah uang yang beredar (JUB). Apabila harga barang dan jasa naik terus-menerus (tidak stabil) maka Bank Indonesia menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia agar jumlah uang yang beredar berkurang sehingga laju kenaikan harga barang dan jasa dapat dikurangi.
7. Menurunkan laju inflasi
Apabila terjadi inflasi yang tinggi, Bank Indonesia dapat melakukan kebijakan moneter untuk menurunkan jumlah uang yang beredar (JUB). Untuk menurunkan jumlah uang yang beredar, kebijakan moneter yang diambil dapat berupa menaikkan atau menurunkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) atau pun dengan kebijakan moneter lainnya yaitu reserve requirements. Untuk menurunkan laju inflasi berarti jumlah uang yang beredar harus dikurangi. Untuk itu, dengan kebijakan reserve requirements, Bank Indonesia menetapkan kenaikan cadangan minimum dari bank-bank umum.

Fungsi Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter berfungsi sebagai instrumen/cara untuk mempengaruhi perekonomian. Kebijakan moneter sebagai sebuah cara, dipergunakan untuk mencapai tujuan/sasaran ekonomi yang diharapkan, di antaranya adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, mengatasi pengangguran, memperbaiki neraca pembayaran yang defisit, dan menjaga stabilitas nilai uang.


2. Kebijakan Fiskal

Pengertian kebijakan fiskal
Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah dengan cara menaikkan atau menurunkan pendapatan negara atau belanja negara dengan tujuan untuk mempengaruhi tingkat pendapatan nasional. Menurut J.M Keynes, kebijakan fiskal sangat penting untuk mengatasi pengangguran yang relatif serius. Melalui kebijakan fiskal, pengeluaran agregat dapat ditambah sehingga akan meningkatkan pendapatan nasional dan tingkat penggunaan tenaga kerja.
Kebijakan fiskal atau kebijakan anggaran juga diterjemahkan sebagai kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan pendapatan dan pengeluaran negara (APBN), agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga diharapkan akan meningkatkan penciptaan lapangan kerja. Pada dasarnya, kebijakan fiskal atau kebijakan anggaran dapat dinilai dari dua aspek, yaitu :
a) Aspek kuantitatif, artinya berhubungan dengan jumlah uang yang harus ditarik dan dibelanjakan.
b) Aspek kualitatif, artinya berhubungan dengan peningkatan jenis-jenis pajak, pembayaran, dan subsidi.

Macam-macam kebijakan fiskal
Kebijakan fiskal sering disebut juga sebagai kebijakan anggaran, karena mengakibatkan perubahan angka-angka yang ada dalam APBN. Jika dilihat dari perbandingan jumlah penerimaan dengan jumlah pengeluaran, kebijakan fiskal dapat dibedakan menjadi:
1. Kebijakan anggaran seimbang
Kebijakan ini merupakan kebijakan anggaran yang menyusun pengeluaran sama besar dengan penerimaan. Hal ini berarti bahwa jumlah pengeluaran yang disusun tidak boleh melebihi jumlah penerimaan yang didapat. Dengan demikian, negara tidak perlu berutang, baik dari dalam maupun luar negeri. Anggaran ini tidak tepat digunakan dalam masa depresi (kelesuan ekonomi), karena bisa memperburuk keadaan ekonomi. Pada masa depresi, penerimaan negara sangat rendah sehingga perlu mendapat pinjaman untuk memperbaiki perekonomian. Oleh sebab itu, negara tidak bisa melakukan kebijakan anggaran seimbang. Adapun kebijakan anggaran yang tepat digunakan pada masa depresi adalah kebijakan anggaran defisit.
2. Kebijakan anggaran surplus
Merupakan kebijakan anggaran yang menyusun pengeluaran lebih kecil daripada penerimaan. Kebijakan ini pada umumnya dilakukan pemerintah untuk mencegah inflasi (kenaikan harga akibat terlalu banyak jumlah uang yang beredar). Kebijakan anggaran surplus dilakukan dengan cara menyusun pengeluaran lebih kecil dari penerimaan. Dengan memperkecil jumlah pengeluaran (belanja), diharapkan jumlah permintaan terhadap barang dan jasa tidak meningkat. Jika permintaan terhadap barang dan jasa tidak meningkat, maka harga barang dan jasa juga tidak akan naik, ini berarti inflasi bisa dicegah.
3. Kebijakan anggaran defisit
Kebijakan anggaran ini menyusun jumlah pengeluaran lebih besar daripada penerimaan. Kebijakan anggaran ini biasa digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena pengeluaran lebih besar daripada penerimaan, maka negara mengalami defisit (kekurangan) anggaran. Pada umumnya, kebijakan anggaran defisit ditempuh pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ibaratnya, seorang pengusaha yang kekurangan modal untuk memajukan usaha dan ekonominya, berutang pada pihak lain untuk memperoleh tambahan modal sehingga dapat memajukan usaha dan ekonominya. Asalkan bekerja dan berusaha dengan jujur, tidak boros, tidak dikorupsi oleh para pegawai, tentu usahanya itu bisa maju. Demikian halnya dengan Indonesia, walaupun negara melakukan kebijakan anggaran defisit, asalkan tidak dikorupsi, Indonesia pasti mampu memajukan perekonomiannya.
4. Kebijakan anggaran dinamis
Kebijakan ini merupakan kebijakan anggaran dengan cara terus menambah jumlah penerimaan dan pengeluaran sehingga semakin lama semakin besar (tidak statis). Anggaran yang dinamis diperlukan karena semakin hari semakin banyak kegiatan rutin dan kegiatan pembangunan yang harus dibiayai negara, yang membutuhkan dana lebih besar.

Kebijakan fiskal yang dilakukan oleh pemerintah antara lain :
1. Kebijakan fiskal stabilisator otomatis
Kebijakan fiskal ini biasa ditemui di negara-negara maju, dimana kebijakan fiskalnya memiliki stabilisator otomatis, yaitu pajak dan pengeluaran yang dikategorikan dalam transfer payment.
2. Kebijakan fiskal diskresioner
Kebijakan ini merupakan langkah-langkah pemerintah untuk mngubah pengeluaran atau pemungutan pajaknya untuk mengatasi masalah ekonomi yang sedang dihadapi. Dalam menjalankan kebijakan fiskal ini, pemerintah menggunakan beberapa alat berikut:
a. Membuat perubahan atas pengeluaran pemerintah
Pada saat tingkat pengangguran tinggi, pemerintah akan meningkatkan kegiatan perekonomian dan pengeluaran agregat. Untuk itu, dapat dilakukan beberapa alternatif berikut:
- Menaikkan pengeluaran, tetapi tidak membuat perubahan apa pun atas pajak yang dipungutnya.
- Mempertahankan tingkat pengeluaran tetapi menurunkan pajak yang dipungut.
- Menaikkan pengeluaran dan menurunkan pajak yang dipungutnya.
- Pengeluaran pemerintah dan pajak dinaikkan dengan kenaikan yang sama besarnya agar pendapatan dan pengeluaran pemerintah tetap seimbang.
Sebaliknya, ketika perekonomian mengalami inflasi, langkah yang dapat dilakukan:
- Mengurangi pengeluaran.
- Menaikkan pajak.
- Mengurangi pengeluaran sekaligus menaikkan pajak yang dipungut.
- Mengurangi pengeluaran dan pajak yang dipungut dengan jumlah yang sama besar.
b. Membuat perubahan sistem pemungutan pajak
Pada saat tingkat pengangguran tinggi, salah satu langkah yang bisa diambil pemerintah adalah dengan mengurangi pajak pendapatan. Caranya adalah dengan menaikkan pendapatan tidak kena pajak untuk orang pribadi. Pengurangan pajak ini akan menambah kemampuan masyarakat dalam membeli barang/jasa sehingga meningkatkan pengeluaran agragat.

Jika ditinjau dari sisi teori, ada tiga macam Kebijakan Fiskal, yaitu :
1) Kebijakan anggaran pembiayaan fungsional (functional finance) adalah kebijakan yang mengatur pengeluaran pemerintah dengan melihat berbagai akibat tidak langsung terhadap pendapatan nasional dan bertujuan untuk meningkatkan kesempatan kerja.
2) Kebijakan pengelolaan anggaran (the finance budget approach) adalah kebijakan untuk mengatur pengeluaran pemerintah, perpajakan, dan pinjaman untuk mencapai stabilitas ekonomi yang mantap.
3) Kebijakan stabilisasi anggaran otomatis (the stabilizing budget) adalah kebijakan yang mengatur pengeluaran pemerintah dengan melihat besarnya biaya dan manfaat dari berbagai program. Tujuan kebijakan ini adalah agar terjadi penghematan dalam pengeluaran pemerintah.

Kebijakan fiskal memiliki peran dan fungsi, serta tujuan dalam mengatur kestabilan perekonomian. Adapun peran dan fungsi serta tujuan kebijakan fiskal adalah sebagai berikut.
Peran Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal berperan memengaruhi keadaan perekonomian agar berjalan dengan lebih baik. Hal ini dilakukan dengan cara memperbesar atau pun memperkecil pengeluaran pemerintah (G), penerimaan pajak (Tx) dan jumlah transfer oleh pemerintah (Tr). Peranan kebijakan fiskal antara lain sebagai berikut.
1) Menurunkan tingkat inflasi
Untuk menurunkan tingkat inflasi, pemerintah dapat mengambil kebijakan fiskal berupa tindakan memperkecil pengeluaran pemerintah. Untuk memperkecil pengeluaran, tindakan yang dapat diambil oleh pemerintah adalah dengan menunda atau membatalkan proyek-proyek pemerintah yang telah direncanakan sebelumnya. Dengan pembatalan atau penundaan tersebut, maka jumlah uang yang beredar di masyarakat tidak bertambah banyak sehingga laju inflasi dapat dikurangi/diturunkan. Kebijakan fiskal lainnya adalah dengan mengurangi atau meniadakan transfer pemerintah (Tr). Yang dimaksud transfer pemerintah adalah pengeluaran tanpa balas jasa langsung, misalnya bantuan bencana alam, beasiswa pelajar, bantuan kepada rakyat miskin dan subsidi. Dengan mengurangi atau meniadakan transfer pemerintah (Tr), maka laju pertambahan uang yang beredar di masyarakat dapat dikendalikan sehingga laju inflasi juga dapat dikurangi.
2) Meningkatkan produk domestik bruto
Untuk meningkatkan produk domestik bruto, pemerintah dapat mengambil kebijakan fiskal yaitu memperbesar pengeluaran pemerintah (G). Untuk memperbesar pengeluaran pemerintah (G), dapat dilakukan dengan merencanakan dan melaksanakan proyek-proyek pembangunan yang didanai APBN. Dengan adanya proyek-proyek tersebut maka terjadi permintaan barang dan jasa. Adanya permintaan barang akan mendorong adanya produksi oleh masyarakat. Selain itu, kebijakan fiskal lainnya yang dapat meningkatkan produk domestik bruto adalah peningkatan transfer pemerintah (Tr). Transfer pemerintah (Tr) berupa bantuan bencana alam, beasiswa pelajar, bantuan kepada rakyat miskin dan subsidi dapat meningkatkan daya beli masyarakat yang pada gilirannya meningkatkan permintaan barang maupun jasa, yang akhirnya mendorong kegiatan produksi oleh pengusaha.
3) Mengurangi tingkat pengangguran
Untuk mengurangi tingkat pengangguran, pemerintah dapat mengambil kebijakan fiskal, yaitu memperbesar pengeluaran pemerintah (G) dan memperbesar transfer pemerintah (Tr) berupa subsidi kepada pengusaha, pengurangan pajak terhadap pengusaha dan sebagainya. Pengeluaran pemerintah untuk mendanai proyek-proyek pembangunan membutuhkan jasa tenaga kerja, dengan demikian pengangguran dapat dikurangi. Proyek-proyek tersebut membutuhkan beraneka macam barang misalnya batu, pasir, batu bata, semen, peralatan, dan sebagainya. Semua kebutuhan tersebut disediakan oleh masyarakat (pengusaha) yang pastinya menggunakan tenaga kerja.
4) Meningkatkan pendapatan masyarakat
Pengeluaran pemerintah (G) misalnya proyek pembangunan jalan, jembatan, gedung pemerintah, pembelian barang berupa peralatan kantor, rumah sakit, militer memberikan pendapatan kepada masyarakat karena semuanya itu melibatkan tenaga kerja serta memberikan keuntungan pada pengusaha. Penyedia (supplier) bahan bangunan mendapat keuntungan saat dilaksanakan proyek pembangunan jalan, jembatan, dan gedung pemerintah. Pedagang peralatan kantor, peralatan rumah sakit dan peralatan militer mendapat keuntungan saat pemerintah melakukan pembelian barang.

Fungsi Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal merupakan kebijakan dalam mengelola keuangan negara yaitu yang terdapat pada pos penerimaan dan pos pengeluaran negara dalam APBN. Dalam pasal 3 ayat (4) UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara disebutkan bahwa APBN mempunyai sejumlah fungsi, yakni :
Fungsi otorisasi
Anggaran negara menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan.
Fungsi perencanaan
Anggaran negara menjadi pedoman bagi manajemen dalam merencanakan kegiatan pada tahun yang bersangkutan.
Fungsi pengawasan
Anggaran negara menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintahan negara sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Fungsi alokasi
Anggaran negara harus diarahkan untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas perekonomian.
Fungsi distribusi
Kebijakan anggaran negara harus memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.
Fungsi stabilisasi
Anggaran pemerintah menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian.

Tujuan Kebijakan Fiskal
Secara lebih terperinci, tujuan kebijakan fiskal ialah :
• menciptakan stabilitas ekonomi;
• menciptakan lapangan kerja;
• menciptakan pertumbuhan ekonomi tinggi;
• menciptakan keadilan dalam mendistribusikan pendapatan.

Untuk mengatasi defisit anggaran antara lain dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
a) Kemungkinan Penciptaan Uang Baru
Untuk membiayai pengeluaran, pemerintah dapat menciptakan uang baru, dengan cara mengeluarkan uang kertas baru melalui pinjaman dari Bank Sentral berupa kredit kepada pemerintah, atau sering dikatakan Anggaran Defisit Spending. Risiko yang timbul adalah terjadinya inflasi, yaitu meningkatkan harga barang secara umum, karena bertambahnya jumlah uang yang beredar.
b) Kemungkinan untuk Pinjaman
Untuk membiayai pengeluaran, pemerintah dapat memperoleh dana melalui pinjaman dengan cara menerbitkan obligasi dan surat-surat berharga. Mulai tahun 2000, format dan struktur dalam APBN menggunakan anggaran defisit, artinya jumlah pengeluaran lebih besar daripada penerimaannya dan dibiayai dengan sumber-sumber pembiayaan dari dalam juga luar negeri. Selain itu, diupayakan pula untuk menghemat pengeluaran rutin serta meningkatkan pengeluaran terkaitan pembangunan pada bidang kegiatan produktif sehingga dapat meningkatkan pendapatan nasional.

Untuk mencapai kebijakan fiskal, maka penyusunan APBN harus berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :
Anggaran berimbang yang dinamis, maknanya penerimaan diusahakan meningkat melalui tabungan pemerintah.
Penentuan skala prioritas yang tepat, artinya pengeluaran harus disesuaikan dengan kepentingannya.
Dana-dana pembangunan dalam negeri yang makin besar, artinya penerimaan dalam negeri selalu ditingkatkan, sedangkan penerimaan pembangunan (yang berasal dari utang luar negeri) diupayakan diperkecil.
Bekerja atas dasar program terpadu, artinya pelaksanaan program yang dapat menjamin terpeliharanya stabilitas kehidupan ekonomi hingga mampu mendorong pembangunan secara mantap.
[End]

Sekian Potingan untuk minggu ini, Semoga bermanfaat !
Share and Comment !

Related Posts:

Teks Cerpen


Cerita pendek yang biasa disingkat cerpen adalah karya sastra berbentuk prosa yang mengisahkan sepenggal kisah kehidupan tokoh yang mengalami peristiwa kehidupan yang penuh konflik. Tokoh dalam cerpen tidak mengalami perubahan nasib. Pengarang menyajikan ide cerpen dengan menjalin peristiwa-peristiwa menjadi satu dalam sebuah alur. Struktur rangkaian kejadian dalam cerpen sering disebut alur. Jadi, alur merupakan perpaduan antara unsur-unsur yang membangun cerita sehingga merupakan kerangka utama cerita. Cerpen dibangun oleh beberapa strukturnya.

Struktur cerpen yang lengkap adalah abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, dan koda. Namun, pada kenyataannya struktur tersebut bisa lengkap dan bisa juga tidak lengkap keberadaannya pada sebuah cerita pendek. Abstrak dan koda termasuk dua struktur yang kehadirannya boleh ada boleh tidak (opsional).

Struktur teks Cerpen dijelaskan sebagai berikut :
a. Abstrak
Abstrak merupakan inti cerita, abstark bersifat opsional artinya sebuah teks cerpen bisa saja tidak melalui tahapan ini.
b. Orientasi
Tahapan ini berisi pengenalan latar cerita berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerpen. Latar merupakan sarana pengeksprian watak, baik fisik maupun psikis.
c. Komplikasi
Komplikasi merupakan urutan kejadian yang dihubungkan secara sebab akibat. Pada tahapan ini dapat dilakukan penafsiran kualitas moral dan kecenderungan tertentu yang diekspresikan dalam ucapan dan tindakan tokoh. Dalam komplikasi ini muncul berbagai kerumitan bermunculan. Kerumitan itu muncul dari berbagai konflik yang mengarah pada klimaks.
d. Evaluasi
Pada tahapan ini diarahkan pada pemecahan konflik sehingga penyelesaian mulai tampak.
e. Resolusi
Tahapan ini pengarang mengungkapkan solusi dari konflik-konflik yang dialami tokoh.
f. Koda
Istilah lain dari tahapan ini adalah reorientasi, yaitu nilai-nilai pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca dari sebuah teks. Koda ini bersifat opsional.

Berikut adalah contoh penggalan-penggalan cerpen “Senyum Karyamin” karya Ahmad Thohari berdasarkan struktur:
1. Abstrak
Mereka tertawa bersama. Mereka, para pengumpul batu itu, memang pandai bergembira dengancara menertawakan diri mereka sendiri. Dan Karyamin tidak ikut tertawa, melainkan cukuptersenyum. Bagi mereka, tawa atau senyum sama-sama sah sebagai perlindungan terakhir. Tawadan senyum bagi mereka adalah simbol kemenangan terhadap tengkulak, terhadap rendahnyaharga batu, atau terhadap licinnya tanjakan. Pagi itu senyum Karyamin pun menjadi tandakemenangan atas perutnya yang sudah mulai melilit dan matanya yang berkunang-kunang.
2. Orientasi
Karyamin melangkah pelan dan sangat hati-hati. Beban yang menekan pundaknya adalah pikulanyang digantungi dua keranjang batu kali. Jalan tanah yang sedang didakinya sudah licin dibasahiair yang menetes dari tubuh Karyamin dan kawan-kawan, yang pulang balik mengangkat batudari sungai ke pangkalan material di atas sana. Karyamin sudah berpengalaman agar setiap perjalananya selamat. Yakni berjalan menanjak sambil menjaga agar titik berat beban dan badannya tetap berada pada telapak kaki kiri atau kanannya. Pemindahan titik berat dari kaki kirike kaki kanannya pun harus dilakukan dengan baik. Karyamin harus memperhitungkan tarikannapas serta ayunan tangan demi keseimbangan yang sempurna.
3. Komplikasi
Sebelum habis mendaki tanjakan, Karyamin mendadak berhenti. Dia melihat dua buah sepeda jengki diparkir di halaman rumahnya. Denging dalam telinganya terdengar semakin nyaring.Kunang-kunang di matanya pun semakin banyak. Maka Karyamin sungguh-sungguh berhenti,dan termangu. Dibayangkan istrinya yang sedang sakit harus menghadapi dua penagih bank harian. Padahal Karyamin tahu, istrinya tidak mampu membayar kewajibannya hari ini, hariesok, hari lusa, dan entah hingga kapan, seperti entah kapan datangnya tengkulak yang telah setengah bulan membawa batunya.
4. Evaluasi
”Ya, kamu memang mbeling , Min. di gerumbul ini hanya kamu yang belum berpartisipasi.Hanya kamu yang belum setor uang dana Afrika, dana untuk menolong orang-orang yangkelaparan di sana. Nah, sekarang hari terakhir. Aku tak mau lebih lama kau persulit.´
Karyamin mendengar suara napas sendiri. Samar-samar Karyamin juga mendengar detak jantung sendiri. Tetapi karyamin tidak melihat bibir sendiri yang mulai menyungging senyum.
5. Resolusi
Kali ini Karyamin tidak hanya tersenyum, melainkan tertawa keras-keras. Demikian keras sehingga mengundang seribu lebah masuk ke telinganya. Seribu lunang masuk ke matanya. Lambungnya yang kampong berguncang-guncang dan merapuhkan keseimbangan seluruh tubuhnya. Ketika melihat tubuh Karyamin jatuh terguling ke lembah Pak Pamong berusaha menahannya. Sayang, gagal.

Ciri-ciri Teks Cerpen
Seperti yang telah dibahas diatas, cerita pendek atau cerpen merupakan karya fiksi/rekaan. Artinya, hasil imajinasi pengarangnya. Meskipun hasil imajinasi, cerita tetap tidak boleh kehilangan logika. Hubungan sebab-akibat antar peristiwa dalam cerita itu tetap harus masuk akal. Salah satu ciri khas yang menonjol dari cerpen menurut Edgar Allan Poe (Jassin,1961: 72), cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk.
Dari batasan itu dan kenyataan bentuk-bentuk cerpen yang ada di media massa atau di buku-buku kumpulan cerpen dapat disimpulkan ciri-ciri cerpen sebagai berikut;
a. Jumlah halaman terbatas.
Sebagai konsekuensi bahwa cerpen harus habis dibaca dalam sekali duduk maka jumlah lembar halaman cerpen terbatas. Bukan seperti novel , jumlah halaman beratus- ratus halaman sehingga untuk menyelesaikan membaca perlu waktu berhari-hari.Karena jumlah halaman terbatas akibatnya isi cerita harus ringkas. Hal ini justru memberi efekbagus pada bentuk cerpen yaitu dengan halaman yang terbatas mampu mengungkapkan hal yang banyak.
b. Plot padu.
Plot sering disebut juga sebagai alur cerita. Plot adalah rangkaian berbagai peristiwa yang terjalin berdasarkan unsur sebab-akibat (kausalitas) dalam sebuah cerita fiksi. Alur cerita tidak sebatas harus urut tetapi ada hubungan sebab akibat antara peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain. Jika hal ini ada dalam sebuah karya fiksi novel atau roman maka pembaca akan terkesan dengan cerita tersebut. Sebuah plot yang baik pun tidak cukup hanya menampilkan jalan cerita yang logis sebab-akibatnya tetapi juga aharus ada kejutan-kejutan dalam alur itu. Ini akan menjadi hal yang menarik bagi pembaca sehingga pembaca akan melanjutkan membaca cerita tersebut. Dalam sebuah cerpen sebaiknya digunakan plot yang sederhana karena keterbatasan jumlah halaman.Alur sederhana disebut juga alur tunggal
c. Isi ringkas dan padat.
Keterbatasan halaman dalam cerpen justru memunculkan hal baik yaitu pengarang terpaksa menuangkan idenya secara ringkas dan pdat tanpa mengurangi kaidah lainnya.Keterbatasan halaman juga menyebabkan penulis tidak perlu memberikan digresi yang panjang dalam cerita itu.Digresi adalah hal-hal lain yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang mendukung tema utama.
d. Tokoh terbatas.
Pelaku cerita dalam cerpen tidak perlu banyak seperti dalam novel bahkan satu tokoh pun cukup. Tinggal bagaimana penulis memberikan karakter yang menarik, kompleks, unik, pada diri tokoh.
f. Peristiwa fiksi.
Cerpen adalah karya rekaan atau fiksi, tetapi tetap ada logika cerita yang masuk akal. Karena rekaan maka dalam cerpen boleh dimasukkan hal-hal/cerita yang irasional. Namun, tetap harus ada sebabnya mengapa ada kejadian irasional itu. Jangan bersifat tiba-tiba sehingga tidak dapat dilacak alasannya.
g. Hanya menceritakan sepenggal peristiwa dalam kehidupan pelaku.
Cerpen hanya menceritakan sesaat kehidupan pelaku. Misalnya, saat melihat kecelakaan di jalan raya, saat mengikuti tes pegawai di suatu instansi, saat belajar di kelas pada jam pelajaran bahasa Ingris, dan sebagainya. Waktu kejadian yang hanya satu saat, satu momen, sudah dapat dijabarkan ke dalam sebuah cerita merangkum beberapa waktu sebelum atau sesudahnya. Caranya, menggunakan alur flasbak (sorot balik).[End]

Sekian postingan saya kali ini, semoga bermanfaat !
Share and Comment !

Related Posts:

Sifat Garis Singgung Lingkaran

" Sifat Garis Singgung Lingkaran
Dalam mempelajari sifat-sifat garis singgung lingkaran kita juga akan mempelajari tentang pengertian garis singgung pada lingkaran, sifat-sifat garis singgung lingkaran, menentukan panjang garis singgung, dan garis singgung persekutuan dua lingkaran.

Marilah kita pelajari satu per satu.

1. Kedudukan garis terhadap lingkaran

Perhatikan gambar berikut ini yang menunjukan beberapa kedudukan garis terhadap lingkaran.


Gambar (i) menunjukkan garis k tidak memotong lingkaran O .
Gambar (ii) menunjukkan garis l menyinggung lingkaran O di titik A.
Gambar (iii) menunjukkan garis m memotong lingkaran O di titik B dan titik C.
Garis singgung lingkaran adalah garis yang memotong suatu lingkaran di satu titik dan berpotongan tegak lurus dengan jari-jari di titik singgungnya.

2. Sifat-sifat garis singgung lingkaran

a) Garis singgung lingkaran tegak lurus pada diameter lingkaran yang melalui titik singgungnya.


b) Melalui suatu titik pada lingkaran hanya dapat dibuat satu dan hanya satu garis singgung pada lingkaran tersebut.

Garis p bukan garis singgung lingkaran O. Garis n merupakan garis singgung lingkaran O .

c) Melalui suatu titik di luar lingkaran dapat dibuat dua garis singgung pada lingkaran tersebut.


d) Jika P di luar lingkaran maka jarak P ke titik-titik singgungnya adalah sama.

3. Menentukan panjang garis singgung dari suatu titik di luar lingkaran



AB adalah garis singgung lingkaran O , AB tegaklurus OB , OB adalah jari-jari lingkaran. Panjang AB ditentukan dengan menggunakan dalil Pythagoras.
Contoh Soal :
Diketahui sebuah lingkaran dengan pusat di O dan panjang jari-jari 7cm. Garis AB adalah garis singgung lingkaran yang ditarik dari titik A di luar lingkaran. Jika panjang OA 15cm , panjang AB ...cm


4. Garis Singgung Persekutuan Dua Lingkaran

a. Garis Singgung Persekutuan Dalam Dua Lingkaran
Diketahui dua lingkaran L1 dan L2 berpusat di P dan Q, dan panjang jari-jari R dan r.


AB adalah garis singgung persekutuan dalam dua lingkaran L1 dan L2. Panjang PQ = p , panjang AB = d.

Cara menentukan panjang AB sebagai berikut.
- Buatlah garis SQ yang sejajar AB dan sama panjang, sehingga terbentuk segitiga siku-siku PQS .
- Panjang AB SQ , tetapkan panjang SQ dengan dalil Pythagoras.


Contoh:
Dua lingkaran dengan panjang jari-jari 7 cm dan 3 cm, jarak antara dua titik pusat adalah 26 cm. Panjang garis singgung persekutuan dalam adalah … cm.
A. 24
B. 20
C. 18
D. 16
E. 12

Jadi, Panjang garis singgung persekutuan dalam adalah 24 cm.
Jawab : A

b. Garis Singgung Persekutuan Luar Dua Lingkaran
Diketahui dua lingkaran L1dan L2 berpusat di P dan Q, dan panjang jari-jari R dan r .

AB adalah garis singgung persekutuan luar dua lingkaran L1 dan L2. Panjang PQ = p, panjang AB = d.
Cara menentukan panjang AB sebagai berikut :
- Buatlah garis SQ yang sejajar AB dan sama panjang, sehingga terbentuk segitiga siku-siku PQS.
- Panjang AB = SQ, tetapkan panjang SQ dengan dalil Pythagoras


Contoh:
Dua lingkaran dengan panjang jari-jari 8 cm dan 3 cm, jarak antara dua titik pusat
adalah 13 cm. Panjang garis singgung persekutuan luar adalah … cm.
A. 15
B. 12
C. 10
D. 9
E. 7
[End]
Sekian postingan minggu ini, Semoga bermanfaat !!!
Comment and Share !!!

Related Posts:

Persamaan Lingkaran

1. Konsep Lingkaran

Sebelum baca, ingat tanda ^ artinya pangkat
Coba kalian perhatikan sepeda yang sering kita jumpai di sekitar kita. Berbentuk apakah permukaan dari roda sepeda itu? Demikian pula berbentuk apakah permukaan dari gir sepeda itu? Ternyata, bentuk permukaan roda sepeda itu berbentuk lingkaran, demikian juga bentuk permukaan gir sepeda juga berbentuk lingkaran. Tampak bahwa tempat kedudukan dari titik-titik yang berada pada tepi permukaan roda sepeda dan gir itu berjarak sama terhadap titik tertentu. Sekarang, pada topik ini kita mempelajari bidang datar yang berbentuk lingkaran.

Lingkaran adalah tempat kedudukan titik-titik yang berjarak sama terhadap suatu titik tertentu. Titik tertentu itu merupakan pusat lingkaran dan jarak yang sama sebagai jari-jari lingkaran.


2. Persamaan Lingkaran


Persamaan lingkaran pusat (a,b) dan jari-jari r. Perhatikan gambar berikut ini!


Misalkan titik P(x,y) adalah sembarang titik pada lingkaran. Dalam segitiga AP'P siku-siku di titik P' dengan :
AP' = x−a, P'P = y−b, AP = r (jari-jari lingkaran) berlaku Teorema Pythagoras
(AP)^2= (AP')^2 + (P'P)^2⇔ r^2 = (x−a)^2 + (y−b)^2 ⇔ (x−a)^2 + (y−b)^2= r^2

Jadi,
Persamaan lingkaran pusat A(a,b) dan jari-jari r adalah (x-a)^2 + (y-b)^2 = r^2
Persamaan lingkaran pusat (0, 0) dan jari-jari r adalah x^2 + y^2 = r^2

Model soal :
Pusat lingkaran terletak pada titik tengah dari garis tengah (diameter) lingkaran. Panjang garis tengah (diameter) adalah dua kali panjang jari-jari lingkaran tersebut. Garis singgung lingkaran memotong lingkaran pada satu titik.


Garis AP adalah jari-jari lingkaran. Garis g adalah garis singgung lingkaran. Titik P merupakan titik singgung. Garis AP tegak lurus dengan garis singgung. Panjang AP adalah jarak dari titik A ke garis g. Maka, Jarak dari titik (x1,y1) ke garis ax+by+c=0 adalah
Mari kita cermati beberapa contoh soal berikut ini.
Contoh 1 :
Tentukan persamaan lingkaran dengan pusat di titik O dan jari-jari 5 satuan.
Penyelesaian:
Persamaan lingkaran pusat O(0,0) dan jari-jari r adalah x^2 + y^2 = 25

Contoh 2 :
Tentukan persamaan lingkaran dengan pusat di titik A(2,−1) dan jari-jari 3 satuan.
Penyelesaian:
Persamaan lingkaran dengan pusat di titik A(2,−1) dan jari-jari 3


Contoh 3 :
Tentukan pusat dan jari-jari lingkaran:
a. x^2 + y^2 = 49
b. (x−5)^2 + (y−2)^2 = 4
c. 3x^2 + 3y^2 = 48
Penyelesaian:
a. Persamaan lingkaran x^2 + y^2 = 49 sesuai persamaan x^2 + y^2 = r^2. Maka persamaan lingkaran tersebut memiliki pusat (0,0) dan jari-jari 7
b. Persamaan lingkaran (x−5)^2 + (y−2)^2 = 4 sesuai persamaan (x-a)^2 + (y-b)^2 = r^2. Maka persamaan lingkaran tersebut memiliki pusat (5, 2) dan jari-jari 2
c. Persamaan 3x^2 + 3y^2 = 48 ⇔ kedua ruas dibagi 3, sehingga persamaan menjadi x^2 + y^2 = 16 yang sesuai persamaan x^2 + y^2 = r^2. Maka persamaan lingkaran tersebut memiliki titik pusat di titik (0,0) dan jari-jari 4

Contoh 4 :
Tentukan persamaan lingkaran yang berpusat di titik A(0,−3) dan melalui titik B(2,−1)
Penyelesaian:
Pusat lingkaran A(0,−3). Maka persamaan lingkaran x^2 + (y+3)^2 = r^2
Lingkaran tersebut melalui titik B(2,−1) berarti titik B(2,−1) terletak pada lingkaran x^2 + (y+3)^2 = r^2. Sehingga

Persamaan lingkaran tersebut adalah x^2 + (y+3)^2 = 8

Contoh 5:
Tentukan persamaan lingkaran yang berpusat di titik O(0,0) dan menyinggung garis 4x−3y−20=0
Penyelesaian:
Jari-jari lingkaran yaitu jarak dari titik O(0,0) ke garis 4x−3y−20=0
Sesuai persamaan
Maka nilai r adalah
Sehingga, Persamaan lingkaran tersebut adalah x^2 + y^2 = 16

3. Persamaan Umum Lingkaran


Setelah mempelajari materi sebelumnya mengenai persamaan lingkaran, tentunya kalian telah memahami bahwa persamaan lingkaran dengan pusat P(a,b) dan berjari-jari r mempunyai persamaan baku (x - a)^2 + (y - b)^2 = r^2. Bentuk ini mudah digunakan untuk melihat pusat dan jari-jari suatu lingkaran. Akan tetapi, tahukah kalian bahwa ada bentuk persamaan lain yang sering digunakan untuk menyatakan sebuah lingkaran? Bentuk ini berasal dari penjabaran bentuk baku.

Untuk lebih jelasnya, marilah kita jabarkan bentuk baku berikut!





maka diperoleh bentuk umum persamaan lingkaran:

Perlu diingat bahwa tidak semua bentuk umum x^2 + y^2 + Ax + By + C = 0 merepresentasikan sebuah lingkaran. Jika bentuk umum lingkaran diubah ke bentuk baku maka bentuknya menjadi:



Pada persamaan dengan bentuk baku ini memiliki tiga kemungkinan.






Jadi dari penjelasan di atas, dapat kita disimpulkan bahwa bentuk umum lingkaran x^2 + y^2 + Ax + By + C = 0 dapat merepresentasikan tiga kemungkinan yaitu sebuah lingkaran, sebuah titik, atau sebuah lingkaran imajiner.

Perhatikan contoh soal berikut!
Contoh 1












Contoh 2










[End]

Sekian postingan saya minggu ini, semoga bermanfaat,,,
Share, and Comment !

Related Posts: