Cara Kerja Enzim

Keseluruhan aktivitas sistem dalam tubuh kita bekerja dengan bantuan enzim sebagai senyawa kimiawi, terlebih sistem yang mengunakan bahan dasar zat makanan yaitu sistem pencernaan. Pernahkah saat kalian mengunyah makanan di dalam mulut, beberapa saat kemudian akan timbul rasa manis dan makanan tersebut mulai terasa lunak dan basah. Tahukah kalian apa yang menyebabkan itu terjadi? Hal itu dikarenakan ada kerja enzim amilase yang dihasilkan oleh kelenjar saliva dan berfungsi mengubah amilum menjadi maltosa (glukosa+glukosa). Perubahan makan dalam bentuk makromolekul (amilum) menjadi mikromolekul (maltosa) atau sebaliknya hanya bisa dilakukan oleh enzim, dan sudah dipastikan bahwa tujuan penambahan enzim dalam proses pencernaan adalah untuk mempercepat reaksi.
            Walaupun enzim bekerja dengan mempercepat suatu reaksi, enzim tidak akan ikut bereaksi, maka kalian akan berpikir bahwa apakah enzim yang telah dipakai akan berkurang jumlah nya saat bereaksi? Sudah dipastikan tidak. Hal tersebut dikarena enzim memiliki sifat yang sejalan dengan kerja enzim sebagai biokatalisator.





Enzim bersifat Spesifik

            Salah satu cara kerja enzim bersifat spesifik artinya satu enzim bekerja untuk satu jenis makromolekul. Molekul yang di ubah itu disebut substrat. Jadi tidak bisa enzim amilase mengubah protein atau pepsin mengubah amilum. Karena enzim yang ada di mulut fungsinya tidak sama dengan kinerja enzim di lambung dan di usus.





Cara Kerja enzim

Lock and Key

            Dari nama teori tersebut tentu kalian dapat membayangkan bentuk antara kunci dan gembok pintu rumah. Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli yang bernama Fisher. Menurutnya, enzim bagaikan sebuah gembok, memiliki bagian yang berhubungan dengan kunci yang disebut lubang kunci. Bagian lubang kunci ini diibaratkan sebagai sisi aktif enzim, yaitu suatu tempat yang spesifik untuk mengikat substratnya. Substrat digambarkan sebagai sebuah kunci. Mata kunci memiliki struktur yang khas dan cocok dengan struktur lubang kunci pada gembok. Apabila sisi aktif bergabung dengan substrat maka enzim tidak aktif lagi.
            Bergabungnya enzim dengan substrat membentuk kompleks enzim substrat. Kunci tertentu hanya cocok dengan gembok tertentu, artinya enzim tertentu hanya bekerja pada substrat tertentu. Pada salah satu sisi enzim terdapat tempat aktif yang memiliki bentuk yang dapat berpasangan tepat sama dengan bentuk permukaan substrat. Substrat yang masuk kesisi aktif enzim akan diubah menjadi produk dan produk ini akan dilepaskan dari sisi aktif enzim dan enzim siap menerima substrat yang baru. Agar semakin jelas kalian bisa melihat gambar kerja enzim dibawah ini.

Gambar 1: TEORI KUNCI dan ANAK KUNCI (permukaan sisi aktif enzim di ikuti susbtrat)





Teori Kecocokan yang Terinduksi (Induced fit Theory)

            Jika kalian bisa membayangkan sifat karet yang elastis mengikuti arah yang kalian inginkan, maka teori ini memiliki kemampuan yang sama menyatakan bahwa enzim memiliki sisi aktif yang mudah menyesuaikan dengan bentuk substratnya. Mengapa demikian? Karena bentuk sisi aktif enzim tidak sama dengan bentuk substrat yang akan diuraikannya. Sehingga enzim akan berubah bentuk sesuai bentuk substrat yang akan diuraikannya.
            Dengan kata lain, bentuk sisi aktif enzim bersifat fleksibel. Pada saat substrat bertemu dengan enzim, maka sisi aktif enzim berubah sedemikian rupa sehingga cocok dengan substrat dan terbentuklah kompleks enzim substrat. Setelah terjadi reaksi dan produk telah terbentuk, enzim akan lepas. Hal ini akan menyebabkan enzim kembali kebentuk semula dan akan berubah lagi jika bertemu dengan substrat yang akan bereaksi dengan enzim tersebut. Agar lebih jelas lagi kalian bisa memperhatikan gambar dibawah ini.

        Gambar 2: Kecocokan yang Terinduksi(permukaan sisi aktif enzim di ikuti susbtrat)

Related Posts:

Teknologi dalam Metabolisme Makanan

Kamu telah mempelajari tentang metabolisme makanan seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Kamu telah mengetahui jika kita banyak mengonsumsi makanan berlemak dan kurang berolahraga maka lemak akan menumpuk di jaringan adiposa. Ditambah lagi asam amino dan glukosa dapat disimpan menjadi lemak di dalam tubuh.
        Apakah kamu suka berolahraga? Olahraga apa yang kamu sukai? Umumnya olahraga yang ringan, tetapi dapat membakar lemak adalah olahraga lari. Selain berolahraga sebaiknya kita memperbaiki pola makan. Teknologi yang berkaitan dengan metabolisme makanan sering dihubungkan dengan pola makan seseorang.
        Pola makan yang tidak baik dan sembarangan tanpa mempedulikan tingginya kalori yang dikonsumsi bisa mengakibatkan kegemukan atau obesitas. Selain itu, kita dapat menderita penyakit diabetes melitus. Hal ini memicu jantung koroner, gagal ginjal, dan darah tinggi. Berikut ini beberapa teknologi yang berhubungan dengan metabolisme.

1. Teknologi Makanan dengan Kadar Gula Rendah

Saat ini kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan semakin tinggi sehingga banyak dikembangkan bahan makanan dengan kadar gula rendah atau sering disebut rendah kalori. Makanan rendah kalori ini adalah makanan yang banyak mengandung serat dan sedikit gula. Contohnya sereal, roti, beras merah, singkong, kacang polong, kacang merah, buah-buahan segar, dan sayuran.
        Makanan rendah kalori ini sangat dibutuhkan untuk orang yang diet atau penderita diabetes. Bahkan makanan yang dikonsumsi tidak menghasilkan kalori karena menggunakan pemanis buatan. Contohnya sakarin, sukralosa, neotam, dan aspartam.
        Sakarin merupakan pemanis buatan dengan tingkat kemanisan 500 kali lebih manis daripada gula pasir. Sukralosa merupakan pemanis buatan dengan tingkat kemanisan sangat tinggi mencapai 600 kali dibanding sukrosa (gula meja). Neotam memiliki rasa manis 8000 kali dibandingkan gula. Aspartam merupakan pemanis buatan yang memiliki tingkat kemanisan kira-kira 200 kali lebih manis daripada gula pasir. Di antara semua pemanis tidak berkalori, hanya aspartam yang mengalami metabolisme. Setiap gram aspartam menghasilkan 4 kalori.

2. Teknologi Pengawetan Makanan

Kemajuan teknologi memungkinkan kita mengembangkan cara baru untuk mengawetkan makanan. Hal ini bertujuan untuk memperoleh kualitas yang lebih baik. ###

Macam-macam pengawetan makanan

⓵ Pengawetan secara Fisika
Pengawetan secara fisika dapat dilakukan dengan cara berikut.
a. Pengeringan, bertujuan mengurangi kandungan kadar air agar bakteri tidak dapat hidup. Misalnya selai pisang.
b. Pemanasan, bertujuan untuk merusak enzim-enzim metabolisme sehingga bakteri tidak dapat aktif kembali. Misalnya pada pembuatan dodol.
c. Pendinginan, bertujuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri sehingga makanan menjadi awet. Misalnya telur, sayuran, dan daging yang dimasukkan ke dalam kulkas lebih tahan lama dibandingkan pada suhu ruang.
⓶ Pengawetan secara Kimia
Pengawetan secara kimia melibatkan zat-zat yang bersifat kimiawi sebagai berikut.
a. Pemanisan, dilakukan dengan menambahkan larutan gula yang lebih pekat sehingga bakteri akan mati. Misalnya manisan buah-buahan.
b. Pengasinan, dilakukan dengan menambahkan larutan garam yang lebih pekat sehingga bakteri menjadi mati. Misalnya pembuatan ikan asin.
c. Pengasaman (pH rendah) dengan penambahan asam organik yaitu asam laktat dan asam benzoat. Misalnya pembuatan asinan buah-buahan.
⓷ Pengawetan secara Biologi
Pada saat ini, teknik fermentasi sudah banyak digunakan untuk mengawetkan makanan, misalnya pembuatan kecap.
⓸ Pengalengan
Pernahkah kamu makan buah yang dikalengkan? Pengalengan merupakan salah satu cara untuk mengawetkan makanan. Pengalengan merupakan pengawetan gabungan secara kimia dan fisika, yaitu diberi rasa asam atau manis dan dilakukan pada kondisi hampa udara.
⓹ Pengawetan secara Radiasi
Saat ini, telah banyak digunakan pengawetan secara radiasi yang menggunakan sinar X, ultraviolet, dan gamma. Sinar-sinar ini dapat membunuh mikroba dan menghambat pertunasan, misalnya pengawetan buah-buahan, umbi-umbian, dan biji-bijian.

3. Teknologi Energi Substitusi ◙◙◙◙

Pernahkah kamu sakit atau di rumah sakit? Saat sakit, tubuh kita membutuhkan asupan makanan yang mengandung energi. Contohnya adalah cairan infus, suplemen makanan, dan garam beryodium.
        Cairan infus adalah bahan makanan yang diberikan khusus di pembuluh vena. Cairan ini berupa glukosa yang siap dikonversi menjadi energi oleh tubuh. Cairan infus juga mengandung garam mineral untuk menjaga keseimbangan elektrolit dalam darah.
        Suplemen makanan adalah produk yang digunakan untuk melengkapi makanan yang mengandung satu atau lebih kombinasi bahan. Manfaatnya untuk memelihara kesehatan tubuh. Jika kita mengonsumsi makanan yang seimbang maka suplemen makanan tidak diperlukan tubuh.
        Garam beryodium membantu tersedianya garam mineral mikro yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Yodium dimanfaatkan tubuh untuk menjaga fungsi kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid bertugas untuk mengatur kecepatan pembakaran energi, memproduksi protein, serta mengatur dan menghasilkan hormon. Ketika kelenjar ini kekurangan unsur yodium, tubuh akan merangsang kelenjar tiroid untuk bekerja lebih keras yang mengakibatkan pembengkakan kelenjar tiroid (penyakit gondok).

Related Posts:

METABOLISME KARBOHIDRAT

Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang anabolisme dan katabolisme. Anabolisme dan katabolisme merupakan bagian dari metabolisme, yaitu seluruh reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh organisme, termasuk yang terjadi pada tingkat sel. Nah, bagaimana jika metabolisme terjadi pada karbohidrat? Pada topik ini, kalian akan mempelajarinya. Yuk simak dengan saksama.
Kalian tentu sering makan nasi atau roti bukan? Nasi atau roti merupakan sumber makanan yang banyak mengandung karbohidrat. Karbohidrat merupakan sumber energi terbesar bagi tubuh.
            
        Apakah kalian juga bertanya-tanya seperti Beta? Bagaimana karbohidrat dapat diubah menjadi energi? Untuk tahu jawabannya, simak uraian di bawah ini ya.
        Pada awalnya, karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh akan diubah menjadi glukosa. Glukosa diserap oleh usus halus dan diedarkan oleh darah hingga ke sel-sel tubuh. Glukosa yang masuk ke dalam sel inilah yang akan mengalami metabolisme dan menghasilkan energi. Metabolisme glukosa menjadi energi ini dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus krebs, dan transfer elektron.

🍰 Glikolisis

Glikolisis berasal dari kata gliko yang artinya glukosa dan lisis yang artinya pecah atau terurai. Glikolisis merupakan suatu proses penguraian molekul glukosa (6 atom karbon (C)) secara enzimatik menjadi dua molekul asam piruvat (3 atom karbon (C)) seperti pada gambar berikut.
                  
        Proses di atas terlihat sederhana. Namun, sebenarnya masih banyak proses lagi di dalamnya. Hal ini dikarenakan banyaknya enzim yang terlibat dalam proses tersebut. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut.
                          
        Dari gambar di atas, dapat diketahui bahwa reaksi glikolisis terdiri atas dua tahapan utama, yaitu reaksi tahap I dan reaksi tahap II.

a. Reaksi Tahap I (Reaksi 1- 4)

Reaksi tahap I terdiri atas empat reaksi spesifik yang membutuhkan energi sebanyak 2 ATP. Reaksi ini diawali dengan fosforilasi glukosa menjadi glukosa-6-fosfat dengan bantuan 1 ATP dan enzim heksokinase. Selanjutnya, glukosa-6-fosfat dipecah hingga membentuk dua molekul gliseraldehid-3-fosfat dengan bantuan 1 ATP dan enzim fosfoglukoisomerase, fosfofruktokinase, serta aldolase.

b. Reaksi Tahap II (reaksi 5 - 9)

Dua molekul gliseraldehid-3-fosfat hasil reaksi tahap I masing-masing diubah menjadi asam piruvat melalui beberapa tahapan seperti pada gambar. Masing-masing tahapan-tahapan tersebut dibantu oleh enzim triose fosfat dehidrogenase, fosfogliserokinase, enolase, dan piruvat kinase
        Hasil akhir reaksi glikolisis ini sebenarnya adalah 4 molekul ATP. Oleh karena pada reaksi tahap I membutuhkan 2 ATP, maka hasil bersih ATP dari glikolisis adalah 2 molekul ATP. Selain itu, glikolisis juga menghasilkan 2 NADH (Nicotinamid Adenin Dinucleotid Hidrogen) yang berasal dari awal reaksi tahap II.
            

🍰 Dekarboksilasi oksidatif

Reaksi lanjutan dari glikolisis adalah siklus Krebs. Akan tetapi, sebelum memasuki siklus Krebs terjadi reaksi dekarboksilasi oksidatif terlebih dahulu. Setiap asam piruvat yang dihasilkan dari glikolisis akan diubah menjadi asetil koenzim A (asetil KoA) seperti pada gambar berikut.
                          
Hasil akhir proses dekarboksilasi oksidatif ini berupa 2 asetil KoA dan 2 molekul NADH.
                 

🍰 Siklus Krebs

Siklus Krebs pertama kali ditemukan oleh Hans Krebs, seorang ahli biokimia yang banyak berjasa dalam penelitian tentang metabolisme karbohidrat. Siklus Krebs yang disebut juga siklus asam sitrat digambarkan sebagai berikut.
                        
Dari gambar di atas, dapat diketahui bahwa sklus Krebs dibagi menjadi beberapa tahapan berikut ini.
Asetil KoA (2C) masuk ke dalam siklus Krebs di dalam mitokondria dan bereaksi dengan asam oksaloasetat (4C) membentuk asam sitrat (6C). Dalam proses ini, KoA dibebaskan kembali.
Asam sitrat (6C) dengan NAD+ membentuk asam alfa-ketoglutarat (5C) dengan membebaskan CO₂ dan menghasilkan NADH.
Asam alfa-ketoglutarat diubah menjadi asam suksinat (4C) dengan bantuan NAD⁺ dan ADP. Pada reaksi ini, CO₂ dibebaskan dan menghasilkan NADH dan ATP.
Asam suksinat yang terbentuk, kemudian bereaksi dengan FAD (Flarine Adenine Dinucleotida) membentuk asam malat (4C) dan menghasilkan FADH₂.
Asam malat (4C) kemudian bereaksi dengan NAD⁺ membentuk asam oksaloasetat (4C) dan menghasilkan NADH. Asam oksaloasetat inilah yang akan kembali bereaksi dengan asetil koA sehingga membentuk siklus.
        Dari tahapan-tahapan di atas, dapat diketahui bahwa siklus krebs mempunyai tiga fungsi, yaitu menghasilkan NADH, FADH₂, ATP, serta membentuk kembali asam oksaloasetat. Secara keseluruhan, dalam siklus krebs dihasilkan 6 NADH, 2 FADH₂, dan 2 ATP.

🍰 Transfer Elektron

Reaksi lanjutan dari siklus Krebs adalah transfer elektron. Reaksi ini merupakan tahap akhir dari keseluruhan proses dalam metabolisme karbohidrat yang menghasilkan 34 ATP. Transfer elektron terjadi di membran dalam mitokondria. Transfer elektron berakhir setelah elektron dan H+ bereaksi dengan oksigen membentuk H₂O (air). Proses transfer elektron dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
             

💡  Catatan

                              
Nah, kalian telah selesai belajar tentang metabolisme karbohidrat. Agar pemahaman kalian bertambah lagi, yuk kerjakan latihan soal-soal

Related Posts:

ENZIM DAN FUNGSINYA

Enzim sangat diperlukan tubuh untuk mencerna makanan yang kita makan. Pernahkah kamu makan roti tawar atau nasi tawar? Setelah dikunyah beberapa saat kemudian, roti atau nasi tawar tersebut menjadi manis.
        Apa yang menyebabkan roti atau nasi tawar terasa manis? Di dalam air ludah kita terdapat enzim ptialin yang dapat memecah karbohidrat menjadi gula. Enzim sangat diperlukan untuk metabolisme tubuh. Ayo kita pelajari apa yang dimaksud dengan enzim dan apa fungsinya.

A. Pengertian Enzim ◙◙◙◙

Enzim adalah senyawa organik atau katalis protein yang dihasilkan sel dalam suatu reaksi. Enzim bekerja sebagai katalis dalam tubuh makhluk hidup sehingga disebut biokatalisator. Enzim bertindak sebagai katalis, artinya enzim dapat meningkatkan laju reaksi kimia tanpa ikut bereaksi atau dipengaruhi oleh reaksi kimia tersebut.
        Enzim memiliki sifat yang khas, artinya hanya mempengaruhi zat tertentu yang disebut substrat. Substrat adalah molekul yang bereaksi dalam suatu reaksi kimia dan molekul yang dihasilkan disebut produk. Contohnya enzim sukrase mengikat substrat sukrosa. Selanjutnya, enzim sukrase memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa sebagai produk yang dihasilkan.
1. Komponen Enzim
Enzim memiliki dua komponen yaitu komponen protein yang disebut apoenzim dan nonprotein yang disebut kofaktor. Kofaktor berupa ion atau molekul. Contoh kofaktor yang berasal dari molekul non-organik adalah besi, tembaga, dan zink. Kofaktor yang terdiri atas senyawa-senyawa kompleks disebut koenzim, misalnya NADH, FADH, koenzim A, tiamin, riboflavin, asam pantotenat, niasin, piridoksin, asam folat, biotin, dan kobalamin.
2. Sifat Enzim
Tahukah kamu bagaimana sifat enzim? Enzim yang berfungsi sebagai katalisator memiliki beberapa sifat sebagai berikut.
a. Enzim tidak mengubah produk akhir yang dibentuk atau mempengaruhi keseimbangan reaksi, hanya meningkatkan laju suatu reaksi.
b. Enzim bekerja secara spesifik, artinya enzim hanya mempengaruhi substrat tertentu saja.
c. Enzim diperlukan dalam jumlah sedikit.
d. Enzim bekerja pada suhu tertentu.
e. Enzim akan kehilangan aktivitasnya karena pH yang terlalu asam atau basa kuat dan pelarut organik.
f. Enzim dapat terdenaturasi karena panas yang terlalu tinggi sehingga tidak dapat berfungsi sebagai mana mestinya.
g. Kerja enzim dapat bolak-balik, artinya selain dapat memecah substrat juga dapat membentuk substrat dari penyusunnya.
h. Enzim dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu, pH, aktivator (pengaktif), inhibitor (penghambat), dan konsentrasi substrat.

B. Fungsi Enzim

Enzim berfungsi sebagai katalisator. Katalisator adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu tanpa mengalami perubahan oleh reaksi tersebut. Suatu katalis berperan dalam reaksi tetapi bukan sebagai pereaksi atau produk. Apa peran enzim sebagai katalisator dalam reaksi tersebut?
        Suatu reaksi memerlukan energi aktivasi untuk menghasilkan produk. Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan energi aktivasi? Energi aktivasi merupakan energi yang harus dilampaui agar reaksi kimia dapat terjadi. Energi aktivasi juga dapat didefinisikan sebagai energi minimum yang dibutuhkan agar reaksi kimia tertentu dapat terjadi. Enzim berperan untuk mengurangi energi aktivasi suatu reaksi dalam menghasilkan produk. Jika energi aktivasi suatu reaksi dapat diturunkan maka laju reaksi akan meningkat. Oleh karena itu, enzim dapat meningkatkan laju reaksi yang sedang berlangsung.

C. Penamaan Enzim

Penamaan enzim umumnya disesuaikan dengan substrat yang diuraikan, lalu dibubuhi akhiran ase. Sebagai contoh enzim lipase bekerja menguraikan lipid (lemak) menjadi asam lemak. Berikut ini contoh enzim berdasarkan golongannya.

Related Posts:

METABOLISME PROTEIN

Pada topik sebelumnya, kamu telah mempelajari metabolisme karbohidrat dan metabolisme lipid. Sekarang, kamu akan mempelajari tentang Metabolisme Protein. Protein tersusun dari molekul-molekul yang disebut asam amino. Bagaimana proses metabolisme protein menjadi energi? Ayo cermati uraiannya pada topik ini.

A. Fungsi Protein ◆--

Protein adalah suatu senyawa organik yang mempunyai ikatan peptida dan berasal dari monomer asam amino. Protein sangat diperlukan oleh tubuh. Fungsi protein tersebut sebagai berikut.
1. Sebagai zat pembangun untuk pertumbuhan.
2. Untuk pemeliharaan jaringan.
3. Untuk menggantikan sel-sel yang telah mati atau rusak.
4. Sebagai mekanisme pertahanan tubuh.
5. Sebagai zat pengatur dalam proses-proses metabolisme dalam bentuk enzim dan hormon.
6. Menyimpan dan meneruskan sifat-sifat keturunan dalam bentuk gen.
7. Menghasilkan energi. Energi yang dihasilkan dari protein setara dengan glukosa yaitu 36 ATP, tetapi lebih rendah dari lemak yang menghasilkan 44 ATP.

        Protein dicerna di dalam tubuh menjadi asam amino. Asam amino ini dihasilkan dari proses hidrolisis protein. Asam-asam amino tidak dapat disimpan oleh tubuh, tetapi disimpan dalam bentuk lemak. Jika jumlah asam amino dalam tubuh berlebih, akan digunakan sebagai sumber energi.
        Asam amino terdiri atas asam amino esensial dan nonesensial. Asam amino esensial yaitu asam amino yang tidak dibuat oleh tubuh sehingga kebutuhannya dipasok dari makanan. Terdapat sembilan jenis asam amino esensial, yaitu isoleusin, histidin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan, dan valin. Asam amino nonesensial yaitu asam amino yang dapat diproduksi tubuh. Jenis asam amino nonesensial adalah alanin, asparagin, asam aspartat, dan asam glutamat.

B. Proses Metabolisme Protein ◆--

Bagaimana proses metabolisme protein di dalam sel tubuh? Tidak seperti karbohidrat dan lipid, asam amino memerlukan pelepasan gugus amino. Gugus amino ini kemudian dibuang karena bersifat toksik bagi tubuh.

Dasar metabolisme protein

1. Deaminasi Oksidatif
Deaminasi oksidatif adalah suatu reaksi kimia pada metabolisme yang melepaskan gugus amino dari molekul senyawa asam amino. Gugus amino yang terlepas menjadi amonia. Gugus-gugus amino dilepaskan menjadi ion amonium (NH₄+) yang selanjutnya masuk ke dalam siklus urea di hati. Dalam siklus ini dihasilkan urea yang selanjutnya dibuang melalui ginjal berupa urine.
2. Transaminasi
Transaminasi adalah proses katabolisme asam amino yang melibatkan pemindahan gugus amino dari asam amino yang satu ke asam amino yang lainnya. Pada proses transaminasi tidak ada gugus amino yang hilang. Hal ini dikarenakan setiap gugus amino yang lepas diikat oleh senyawa keton.

        Deaminasi oksidatif dan transaminasi merupakan proses perubahan protein menjadi zat yang dapat masuk ke dalam siklus Krebs. Zat hasil deaminasi atau transaminasi yang dapat masuk siklus Krebs adalah alfa ketoglutarat, suksinil ko-A, fumarat, oksaloasetat, dan sitrat.
        Setelah gugus amino dari asam amino dilepas, beberapa asam amino diubah menjadi asam piruvat, asam glutamat, dan fumarat. Asam amino yang diubah ke dalam asam piruvat yang selanjutnya menjadi asetil KoA adalah serin, alanin, sistenin, triptofan, dan tirosin. Asam amino yang diubah menjadi glutamat yang selanjutnya menjadi alfa ketoglutarat dalam siklus Krebs adalah arginin, glutamine, histidin, dan prolin. Asam amino yang diubah menjadi aspartat yang selanjutnya menjadi asam fumarat dalam siklus krebs adalah asparaginin.
        Metabolisme protein berhubungan erat dengan ekskresi NH₃ (urea). Urea dihasilkan di dalam hati dan dikeluarkan melalui ginjal. Jika hati rusak atau ginjal tidak mampu menyaring darah dengan sempurna, maka urea akan menumpuk di dalam darah dan dapat menyebabkan uremia.

Related Posts:

Anabolisme dan Katabolisme


Pada topik sebelumnya, kamu telah mempelajari enzim dan fungsinya serta penghambatan aktivitas enzim. Enzim sangat dibutuhkan untuk metabolisme dalam tubuh makhluk hidup. Metabolisme adalah semua reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh organisme, termasuk yang terjadi di tingkat sel.
        Metabolisme dapat dibagi menjadi dua, yaitu katabolisme dan anabolisme. Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan anabolisme dan katabolisme? Kamu akan mengetahuinya setelah mempelajari topik ini.
        Pernahkah kamu membantu ibumu memasak sayur sup di dapur? Apa saja yang diperlukan untuk memasak sayur sup tersebut? Kamu pasti membutuhkan bahan-bahan sup, panci, dan api untuk memasak.
        Nah, begitu juga tumbuhan saat melakukan fotosintesis membutuhkan bahan-bahan seperti CO₂ dan H₂O serta kloroplas sebagai tempat untuk memasak dan cahaya matahari sebagai sumber panas untuk memasak bahan-bahan tersebut menjadi karbohidrat dan O₂ yang dibutuhkan manusia. Fotosintesis merupakan contoh anabolisme.

A. Anabolisme

Anabolisme adalah proses penyusunan zat dari senyawa sederhana menjadi senyawa yang kompleks. Proses anabolisme memerlukan energi seperti cahaya atau energi kimia. Anabolisme yang menggunakan energi cahaya disebut fotosintesis, sedangkan anabolisme yang menggunakan energi kimia disebut kemosintesis. Sekarang kamu akan mempelajari tentang fotosintesis secara ringkas.
        Pernahkah kamu memperhatikan daun yang terdapat pada tanaman? Tampaknya daun tersebut tidak berarti. Akan tetapi, tahukah kamu bahwa daun merupakan pabrik tanaman yang memproduksi bahan makanan yang dapat disimpan tumbuhan dalam bentuk buah, umbi batang, dan umbi akar.
        Daun memiliki kloroplas yang mengandung zat hijau daun (klorofil). Klorofil dapat menangkap sinar matahari dan menyimpannya menjadi energi kimia. Klorofil ini berperan penting dalam fotosintesis. Proses fotosintesis dibagi menjadi dua tahapan, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Reaksi terang membutuhkan cahaya matahari, sedangkan reaksi gelap tidak membutuhkan cahaya. Reaksi dari fotosintesis adalah sebagai berikut.

6CO₂ + 12H₂O → C₆H₁₂O₆ + 6O₂ + 6H₂O

        Reaksi terang merupakan salah satu langkah dalam fotosintesis untuk mengubah energi matahari menjadi energi kimia. Reaksi terang ini berlangsung di dalam grana, sedangkan reaksi gelap di dalam stroma.

B. Katabolisme

Katabolisme merupakan kebalikan dari anabolisme. Katabolisme merupakan reaksi penguraian atau pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana untuk menghasilkan energi. Contohnya katabolisme karbohidrat, lemak, dan protein.

1. Katabolisme Karbohidrat

Katabolisme karbohidrat makhluk hidup dibedakan menjadi respirasi aerob dan respirasi anaerob. Ayo cermati uraian berikut.
a. Respirasi Aerob
Respirasi terjadi di dalam sel makhluk hidup. Oleh karena itu, disebut respirasi sel. Organel sel yang berfungsi untuk respirasi sel ini adalah mitokondria. Respirasi adalah suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Pada proses respirasi aerob, terjadi perombakan. Pada respirasi ini, glukosa akan dioksidasi secara sempurna menjadi karbondioksida dan air untuk menghasilkan energi (ATP).

C₆H₁₂O₆ + 6O₂ + 6H₂O → 6CO₂ + 12H₂O

        Respirasi aerob dibagi menjadi tiga tahap reaksi, yaitu glikolisis, siklus krebs, dan transfer elektron. Glikolisis terjadi di dalam sitoplasma sel, menghasilkan dua asam piruvat. Sebelum masuk ke tahap selanjutnya, di dalam mitokondria, asam piruvat diubah menjadi senyawa Asetil KoA (reaksi dekarboksilasi oksidatif) dan berlangsung dalam membran mitokondria.
        Asam piruvat yang diubah menjadi senyawa Asetil KoA akan masuk ke dalam matriks mitokondria, tempat berlangsungnya daur krebs. Hasil reaksi daur krebs akan masuk ke ruang antarmembran, tempat transpor elektron berlangsung.

Hasil akhir dari tahap glikolisis menghasilkan dua molekul asam piruvat, 2 molekul ATP, dan 2 molekul NADH. Dekarboksilasi oksidatif menghasilkan 2 NADH + 2 CO₂. Siklus krebs akan menghasilkan 4 molekul CO₂, 6 molekul NADH₂, 2 molekul FADH₂, dan 2 molekul ATP. Hasil akhir dari sistem transpor elektron adalah 34 molekul ATP dan 6 molekul H₂O (air).
b. Respirasi Anaerob
Saat tubuh kita melakukan pekerjaan yang berat seperti berolahraga atau membawa beban berat, tubuh kita akan kekurangan pasokan energi. Tubuh kita melakukan respirasi anaerob yaitu pernapasan sel tanpa oksigen. Respirasi anaerob sering disebut dengan fermentasi. Fermentasi ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu fermentasi asam laktat dan fermentasi alkohol.
        Fermentasi asam laktat adalah fermentasi glukosa yang menghasilkan asam laktat. Fermentasi asam laktat dimulai dengan glikolisis yang menghasilkan asam piruvat, kemudian berlanjut dengan perubahan asam piruvat menjadi asam laktat. Pada fermentasi asam laktat diperoleh 2 ATP.
        Selain fermentasi asam laktat, ada juga fermentasi alkohol. Pada fermentasi alkohol, asam piruvat diubah menjadi etanol atau etil alkohol. Reaksi ini juga menghasilkan 2 ATP.

2. Katabolisme Lemak

Jika kebutuhan energi dari karbohidrat tidak mencukupi maka akan terjadi oksidasi lemak untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh. Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan asetil KoA. Asetil KoA akan memasuki siklus Krebs dan menghasilkan energi seperti karbohidrat. Asam lemak dapat menggantikan glukosa di dalam siklus Krebs untuk menghasilkan energi.

3. Katabolisme Protein

Asam amino dihasilkan dari proses hidrolisis protein. Asam-asam amino tidak dapat disimpan oleh tubuh. Jika jumlah asam amino dalam tubuh berlebih akan digunakan sebagai sumber energi.
        Tidak seperti karbohidrat dan lipid, asam amino memerlukan pelepasan gugus amina. Gugus amina ini kemudian dibuang karena bersifat toksik bagi tubuh. Setelah gugus amina dari asam amino dibuang, beberapa asam amino diubah menjadi asam piruvat dan ada juga yang diubah menjadi asetil koenzim A.

Related Posts:

STRUKTUR TEKS CERITA SEJARAH


Apakah kalian sering membaca teks cerita sejarah? Apa fungsi kita mempelajari teks cerita sejarah? Teks cerita sejarah apa saja yang sering kalian baca? Lalu bagaimana struktur teks cerita sejarah?
      Sering kali kita mendengar cerita sejarah dari nenek moyang kita terdahulu bukan? sejarah tetang masa-masa penjajahan Belanda-Jepang, sejarah masa kerajaan Hindu-Budha, kerajaan Islam bahkan sampai sejarah tentang kemerdekaan Indonesia.
      Nah, sejarah itu apa sih? Sejarah adalah cerita yang terjadi di masa lampau yang bisa dijadikan pelajaran dan dikenang di masa sekarang. Sejarah ada untuk dipelajari agar dapat dipetik hikmahnya.
      Mempelajari teks cerita sejarah sangat penting apalagi dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks. Saat ini, hal yang dipelajari bukan sekadar pengetahuan bahasa saja, melainkan sebagai teks yang bertujuan untuk menjadi sumber aktualisasi diri penggunanya dalam konteks kehidupan akademis, sosial, dan budaya.
      Sekarang, mari kita mengenal struktur teks cerita sejarah. Struktur teks sejarah diantaranya sebagai berikut.

Struktur alur dalam teks cerita sejarah:
➢ Orientasi (pengenalan)
➢ Rangkaian Peristiwa
➢ Reorientasi (Pengulangan)


      Teks cerita sejarah diawali dengan pengenalan cerita yang terjadi di masa lampau kemudian diceritakan urutan peristiwa yang terjadi secara berurutan.


Perhatikan contoh teks cerita sejarah berikut ini.

Kota Tua dalam Ingatan
Sebagai pusat kota, pusat perdagangan, sekaligus permukiman penting di Asia sejak abad ke -16, Kota Tua adalah situs yang harus dijaga. Kota ini hanya seluas 15 H tapi arti sejarahnya sangatlah besar bagi Indonesia.
      Dimulai tahun 1526, penyerangan pelabuhan Sunda Kelapa oleh Fatahillah yang dikirim Kesultanan Demak menyebabkan penamaan Jayakarta pada kota yang memiliki tata kota pelabuhan tradisional Jawa ini. Tahun 1619, VOC di bawah komando Jan Pieterszoon Coen menghancurkan Jayakarta dan mengubah namanya menjadi Batavia. Nama itu diambil sebagai penghormatan kepada leluhur bangsa Belanda, Batavieren. Oleh Belanda, kota ini dilengkapi benteng (kasteel Batavia), dinding kota, dan kanal. Kota ini dirancang dengan gaya Belanda Eropa yang diatur dalam beberapa blok yang dipisahkan kanal. Pembangunan Batavia selesai pada tahun 1650 yang kemudian dijadikan kantor pusat VOC di Hindia Timur. Kota ini menjadi pusat administratif Hindia Timur Belanda.
      Tahun 1942, Batavia, setelah mengalami perluasan wilayah, berganti nama menjadi Jakarta lalu menjadi ibu kota Indonesia. Namun, 15 H yang menjadi awal terbentuknya kota Jakarta, kita kenang sebagai Kota Tua.


Mari Kita Analisis!

Teks cerita di atas termasuk teks cerita sejarah karena bersumber pada peristiwa sebenarnya di masa lalu. Teks cerita sejarah di atas memiliki tokoh, alur dan latar sebagai berikut.
Tokoh: Fatahillah, Jan Pieterszoon Coen, dan VOC.
Alur:
1. Orientasi: Paragraf 1 terdapat pengenalan Kota Tua yang akan diungkap sejarahnya pada bagian rangkaian peristiwa.
2. Rangkaian peristiwa: Paragraf 2 dan 3 mengungkapkan kumpulan peristiwa yang melatarbelakangi sejarah yang diungkapkan dalam bagian orientasi.
3. Reorientasi: Pada akhir paragraf 3 disebutkan pengulangan bahwa 15 H yang menjadi awal terbentuknya kota Jakarta, kita kenang sebagai Kota Tua.


Poin Penting

• Teks cerita sejarah adalah salah satu jenis teks yang menceritakan kisah masa lampau yang benar-benar terjadi.
• Teks cerita sejarah memiliki unsur tokoh, alur, dan latar.
• Struktur teks cerita sejarah adalah orientasi, peristiwa dan reorientasi.
• Teks sejarah berfungsi untuk mengenal lebih dalam tentang asal-usul sesuatu (tempat, kejadian. Peristiwa) sejak zaman dulu hingga sekarang.

Related Posts:

IDENTIFIKASI TEKS CERITA SEJARAH

Tujuan Pembelajaran:
1. Siswa dapat mencermati uraian yang berkaitan dengan karakteristik teks cerita sejarah.
2. Siswa menyimpulkan hal-hal terpenting dalam karakteristik teks cerita sejarah.


Manusia diberkahi Tuhan dengan kenangan dalam hidupnya. Peristiwa-peristiwa yang ditinggalkan di masa lampau akan abadi dalam kenangan. Sejarah adalah dinamika atau uraian tentang kejadian yang benar-benar terjadi di masa lalu. Dalam ilmu sejarah, kita mengenal manusia dari segi waktu, misalnya saja perkembangan masyarakat, pola hidup masuarakat, atau perubahan masyarakat. Semua itu dapat menjadi pembelajaran untuk manusia-manusia yang hidup setelah zaman itu terjadi.
      Kejadian di masa kini seringkali merupakan perulangan dari peristiwa-peristiwa di masa lalu. Untuk itu, cerita sejarah selalu dikisahkan turun-menurun agar kaum muda mampu menggali nilai dan kearifan yang terkandung di dalamnya. Meskipun Voltaire pernah berujar bahwa “Sejarah milik orang yang menang”, tetapi sebuah bangsa yang meyakini sejarah dapat menjadi sumber kekayaan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, akan menjadi bangsa yang siap maju dengan cita-citanya.
      Nah, sekarang bisakah kalian menyebutkan peristiwa-peristiwa sejarah tanah air yang fenomenal menurut kalian? Betul sekali, sungguh banyak sekali peristiwa-peristiwa besar yang pernah dialami bangsa ini. Kalian mengetahui kisah-kisah itu dari catatan maupun rekaman sejarah dari berbagai sumber yang kalian temukan.
      Pencatatan peristiwa yang terjadi di masa lampau itu termasuk bentuk teks cerita ulang atau teks recount dalam bahasa Inggris. Dalam teks cerita ulang, kita dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya pada setiap paragraf yang dihadirkan. Selain itu, dengan membaca teks cerita ulang kita dapat mengidentifikasi bagaimana struktur teks cerita sejarah itu sendiri dibangun. Agar mudah mengenali karakteristik teks cerita sejarah, kita harus mengumpulkan informasi dengan cara mengajukan pertanyaan kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.
      Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, kelak kita mengetahui bahwa struktur teks sejarah dibangun oleh tiga hal yakni orientasi, urutan peristiwa sejarah, dan reorientasi. Struktur teks sejarah tersebut dibalut dengan ciri lain berupa adanya kata penanda waktu yang menjelaskan adanya kronologi peristiwa dalam bacaan.

Mari kita mempelajari teks cerita sejarah berikut ini.

                  Sejarah Singkat Lahirnya Indonesia
Negara Indonesia adalah salah satu negara terbesar di dunia berdasarkan jumlah penduduk dan luas wilayahnya. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 13.667 pulau. Luas wlayah Indonesia seluruhnya mencapai 5.193.252 Km2. Gugusan kepulauan Indonesia terletak di antara garis 6 derajat Lintang Utara 11 derajat Lintang Selatan, dan di antara Garis Meredien 95 derajat dan 141 derajat Timur Greenwich.
      Bakal terjadinya bangsa ini bermula ketika Sriwijaya berdiri tahun 904 M dan menjadi pusat kebudayaan dan pusat ilmu pengetahuan Ke-Budha-an di kawasan Asia Tenggara. Kekuasaan Sriwijaya meluas hingga pengaruhnya mencapai wilayah Kamboja. Setelah Sriwijaya, muncullah kerajaan besar lainnya yang bernama Majapahit pada tahun 1293 M. Nama Majapahit sendiri berasal dari buah Maja yang rasanya pahit. Buah itu sendiri ditemukan anak buah Raden Wijaya. Kerajaan Majapahit mencapai puncaknya pada masa Hayam Wuruk dengan mahapatihnya Gajah Mada. Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa pada rentang tahun 1313 – 1364 M, semacam janji yang diikrarkan agar tidak bersenang-senang sebelum nusantara disatukan.
      Setelah bangsa asing mulai masuk wilayah nusantara dari mulai China, Portugis, Inggris, dan Belanda, banyak perubahan terjadi pada masyarakat nusantara. Hal tersebut terutama setelah bangsa asing membelokan niatnya untuk menguasai wilayah nusantara. Semangat melawan penjajah pun terus dikobarkan. Peperangan demi peperangan dilakukan antara rakyat pribumi melawan penjajahan asing. Hingga suatu hari, pada bulan Mei 1908 M berdirilah organisasi modern pertama yang didirikan rakyat pribumi dengan nama Boedi Oetomo. Mereka antara lain adalah Dr. Soepomo, Dr. Tjipto Mangunkusumo, dan Dr. Radjiman Wideodiningrat. Setelah itu, semakin banyaklah organisasi-organisasi di tanah air yang berjuang demi membebaskan bangsa ini dari penjajahan asing.
      Pada tahun 1945, ketika Indonesia beralih dijajah Jepang dibentuklah BPUPKI yakni Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Hingga 1 Juni 1945, Soekarno mengemukakan dasar negara Pancasila, lima dasar falsafah hidup bangsa Indonesia. Puncaknya, pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat setelah Hiroshima dan Nagasaki dibom tentara sekutu. Sekutu yang mengalahkan Jepang waktu itu tidak berniat menguasai wilayah Indonesia yang masih dijajah Jepang. Karena kekosongan kekuasaan di Indonesia, muncullah ide untuk menculik Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok oleh para pemuda Indonesia dengan tujuan agar segera diproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia. Hingga tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta disertai dengan dikibarkannya bendera merah putih sebagai tonggak sejarah baru negara Indonesia muda. Maka setiap 17 Agustus, bangsa ini merayakan hari kemerdekaan bangsa Indonesia sekaligus hari lahirnya Republik Indonesia.

Mari kita identifikasi.

Identifikasi Informasi
a) Peristiwa yang diidentifikasi pada tahap orientasi ini adalah Lahirnya Negara Indonesia.
b) Pelaku dalam peristiwa tersebut adalah rakyat Indonesia.
c) Peristiwa tersebut ditandai dengan proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agusuts 1945.
d) Peristiwa tersebut terjadi di Jakarta.
e) Peristiwa ini terjadi karena terdapat kekosongan kekuasaan di Indonesia setelah Jepang yang menjajah Indonesia menyerah kepada Sekutu.
Identifikasi ciri teks
Teks cerita sejarah Lahirnya Indonesia tersebut terdiri dari:
Orientasi: Negara Indonesia yang kaya
Urutan peristiwa sejarah: Dari asal mula Kerajaan Sriwijaya, Organisasi Pribumi, hingga penculikan tokoh kemerdekaan
Reorientasi: Proklamasi Kemerdekaan
Kata penanda waktu kronologis yang muncul: bakal terjadinya, berawal dari, setiap 17 Agustus, setelah bangsa asing, hingga suatu hari.

Poin Penting

Penyajian teks cerita sejarah harus berdasarkan urutan dimensi waktu yang dimulai dari awal atau asal usul cerita hingga yang paling akhir terjadi dalam orientasi. Hal tersebut disebut kilas balik.

Related Posts:

KAIDAH BAHASA TEKS CERITA SEJARAH

Pada pelajaran sebelumnya tentunya kalian telah memahami struktur teks cerita sejarah. Teks cerita sejarah biasanya menggunakan penggunaan waktu lampau/masa lalu. Teks cerita sejarah juga dibuat bukan berdasarkan imajinasi pengarang dan tidaklah bersifat fiktif, tetapi bersifat nyata dan benar-benar telah terjadi di masa lalu.
      Tujuan kita mempelajari teks cerita sejarah ini adalah agar kita dapat memahami kejadian-kejadian yang terjadi di masa lalu sehingga kita bisa memetik hikmah dari setiap peristiwa yang ada.
      Apakah kalian sudah tahu bagaimana kaidah kebahasaan dalam teks cerita sejarah? Apa yang membedakan teks cerita sejarah dengan teks yang lainnya?
      Kaidah teks cerita sejarah mencakup tiga hal, yaitu sifatnya yang nonfiktif, sumbernya dari peristiwa sejarah, dan bahasa menggunakan penunjuk waktu yang sangat jelas dan faktual.
Lebih jelasnya, kaidah-kaidah dalam teks cerita sejarah di antaranya sebagai berikut.
1. Bersifat nonfiktif
Teks cerita sejarah dapat dibuktikan kebenarannya melalui dokumen sejarah. Dengan demikian, tokoh, alur, dan latar yang diceritakan dalam teks cerita sejarah haruslah nyata dan bukan hasil rekaan penulis.
2. Bersumber dari sejarah
Hal yang membedakan teks cerita sejarah dan teks lainnya adalah sumber yang dijadikan dasar penulisan adalah sejarah atau peristiwa yang benar-benar terjadi, peristiwa yang tercatat dan tetap diingat masyarakat karena mengandung nilai yang tinggi.
3. Menggunakan bahasa naratif
Teks cerita sejarah merupakan teks naratif. Oleh sebab itu, teks ini menggunakan bahasa naratif yang banyak mengandung urutan waktu untuk menggambarkan peristiwa.
a. Adanya konjungsi (kata sambung)
Konjungsi adalah kata yang menghubungkan antara induk kalimat dan anak kalimat atau dapat diartikan juga konjungsi merupakan unsur-unsur kalimat yang berfungsi menyambungkan dua buah frasa atau kalimat dengan tujuan untuk menyatakan urutan peristiwa.
Contoh :
- Setelah mendengar berita kekalahan Jepang pada perang pasifiik, golongan muda mendesak golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Petunjuk : konjungsi digunakan untuk menyambungkan dua buah frasa/kalimat.
Penjelasan : kata yang digaris bawahi merupakan salah satu contoh konjungsi yang menyatakan urutan peristiwa. Contoh konjungsi lainnya adalah (lalu, selanjutnya, berikutnya, setelah.
b. Penggunaan fungsi keterangan waktu dan tempat
Fungsi keterangan merupakan kata yang mengungkapkan subjek, predikat dan keterangan. Sudah kita kenali bahwa fungsi dalam kalimat terdiri atas subjek (S), Predikat (P), objek (O) dan keterangan (K).
Contoh :
- Pada tanggal 6 Agustus 1945 telah terjadi pengeboman di kota Hiroshima Jepang.
- Ir. Soekarno dan Radjiman Widyodiningrat diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu jenderal Marsekal Terauchi.
- Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarni, B.M. Diah, Sudiro dan Sayuti Melik.
Petunjuk : Keterangan dibagi menjadi 3 bagian yaitu keterangan tempat, waktu dan cara.
Catatan : kata yang bergaris bawah merupakan kata yang menunjukkan keterangan.


Perhatikan contoh

Masyarakat zaman pra-aksara terutama periode zaman neolitikum sudah mengenal sistem kepercayaan. Mereka meyakini bahwa roh seseorang yang telah meninggal akan ada kehidupan di alam lain. Oleh karena itu, roh orang yang sudah meninggal akan senantiasa dihormati oleh sanak kerabatnya. Upacara kematian merupakan manifestasi dari rasa bakti dan hormat seseorang terhadap leluhurnya yang telah meninggal. Sistem kepercayaan masyarakat pra-aksara yang demikian itu telah melahirkan tradisi zaman megalitikum atau zaman batu besar. Sistem kepercayaan dan tradisi batu besar itu telah mendorong berkembangnya kepercayaan animisme (memuja roh nenek moyang).


Mari kita ulas.

Teks di atas termasuk ke dalam teks sejarah karena memenuhi kaidah teks sejarah.
Kaidah-kaidah teks sejarah yang digunakan dalam teks di atas adalah cerita di masa lampau, menggunakan konjungsi atau kata sambung yang menggambarkan urutan peristiwa, dan adanya keterangan waktu dan tempat.


Poin Penting

• Kaidah dalam penulisan teks sejarah adalah sifatnya yang nonfiktif, sumbernya dari peristiwa sejarah, dan bahasa menggunakan penunjuk waktu yang sangat jelas dan faktual
• Kata keterangan dibagi menjadi 3 bagian yaitu: keterangan cara, keterangan waktu dan tempat.

Related Posts:

Perkalian Suatu Vektor dengan Skalar


Coba perhatikan ilustrasi tendangan bebas yang dilakukan oleh seorang pemain sepak bola dari beberapa titik di lapangan berikut ini.
              
       Pada posisi A, pemain membutuhkan vektor gaya sebesar v⃗  untuk menendang bola ke gawang. Pada posisi B yang jaraknya 2 kali jarak A, pemain membutuhkan 2 kali gaya yang dia lakukan di posisi A (2v⃗  ). Begitu pula di titik C dan D yang masing-masing berjarak 3 dan 3,5 kali jarak awal, pemain tersebut tentu membutuhkan gaya masing-masing sebesar 3 dan 3,5 kali gaya yang dia lakukan di posisi A (3v⃗  dan 3,5v⃗ ). Situasi tendangan bebas ini memberikan gambaran awal kepada kalian tentang perkalian vektor dengan skalar yang akan kita pelajari pada topik ini.


Pada topik sebelumnya, kalian telah mempelajari tentang operasi penjumlahan dan pengurangan vektor. Menjumlahkan atau mengurangkan suatu vektor dengan vektor lainnya akan menghasilkan vektor juga. Nah, bagaimana jika suatu vektor dikalikan dengan suatu skalar (bilangan real)? Apakah hasilnya vektor juga? Untuk tahu jawabannya, simak uraian di bawah ini ya.

🌱 Perkalian Vektor dengan Skalar


Perkalian vektor dengan skalar merupakan konsep yang sangat sederhana. Kita dapat menggunakan dua pendekatan untuk memahami konsep ini, yaitu pendekatan grafis (gambar) dan pendekatan matematis. Dalam pendekatan grafis (gambar), ilustrasi dari vektor-vektor yang terlibat harus diperhatikan dan digambarkan dengan benar, sedangkan dalam pendekatan matematis, komponen dari tiap vektor yang terlibat merupakan aspek utama yang harus diperhatikan.

🌿 Pendekatan Grafis

☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲
Secara grafis, perkalian suatu vektor V⃗  dengan suatu skalar k (bilangan real) sama halnya dengan mengubah panjang vektor menjadi k kali vektor semula. Ilustrasi berikut menunjukan vektor V⃗  yang diperpanjang dalam beberapa nilai k.
                            

📌 Untuk k > 0, arah vektor hasil perkalian tidak berubah, namun panjangnya menyesuaikan nilai k.
📌 Untuk k < 0, arah vektor hasil perkalian berlawanan dan panjangnya juga menyesuaikan nilai k.

       Nah, apa yang terjadi saat k = 0? Dapatkah kalian memperkirakan arah dan panjang vektor yang dimaksud? Ya, saat vektor dikali dengan k = 0, akan dihasilkan vektor 0 (0⃗ ) yang besar/ panjangnya 0 dan arahnya tak tentu (sebarang arah).

🌿 Pendekatan Matematis

☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲
Secara matematis, perkalian vektor V⃗  dengan skalar k sama halnya dengan mengalikan nilai k dengan setiap komponen dari vektor V⃗ . Misalkan pada vektor dimensi 2 (R²). Jika vektor V⃗ =v1,v2 dikali dengan skalar k, maka kV⃗ =kv1,v2=kv1,kv2. Konsep ini berlaku umum untuk semua vektor di semua dimensi, sehingga kita dapat menuliskan definisi perkalian vektor dengan skalar sebagai berikut.

Misalkan N⃗ =n1,n2,n3,...,nn merupakan vektor dalam dimensi n dan k suatu bilangan real maka:
                                                        

       Konsep matematis dari perkalian vektor dengan skalar dapat digunakan untuk menentukan kesejajaran dua vektor atau lebih. Vektor-vektor dikatakan sejajar (segaris) apabila masing-masing komponen yang bersesuaian pada tiap-tiap vektor saling berkelipatan. Dengan kata lain, vektor a,b,c, ka,kb,kc, 1ka,1kb,1kc merupakan vektor-vektor yang sejajar satu dengan lainnya.

🌱 Sifat-Sifat Perkalian Vektor dengan Skalar


Jika A⃗  dan B⃗  merupakan vektor dimensi n serta k dan l merupakan bilangan real (skalar), maka berlaku sifat-sifat hitung berikut.
                                    
       Seorang pembaca yang kritis tentu tidak akan menerima begitu saja kedelapan sifat-sifat tersebut. Untuk itu, 2 dari 8 sifat-sifat tersebut akan kita buktikan kebenarannya. Untuk sifat-sifat lainnya, kalian diharapkan mampu membuktikannya secara mandiri. Selamat mencoba.

Pembuktian


kA⃗ =A⃗ k

⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊
Misalkan A⃗ =a1,a2,a3,...,an. Berdasarkan definisi perkalian vektor dengan skalar, diperoleh:
kA=ka1,a2,a3,...,an=ka1,ka2,ka3,...,kanperkalianbersifatkomutatif=a1k,a2k,a3k,...,ank=a1,a2,a3,...,ank=Ak...Terbukti

k(A⃗ +B⃗ )=kA⃗ +kB⃗ 

⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊⚊
Misalkan A⃗ =a1,a2,a3,...,an dan B⃗ =b1,b2,b3,...,bn. Berdasarkan definisi perkalian vektor dengan skalar, diperoleh:
k(A+B)=k(a1,a2,a3,...,an+b1,b2,b3,...,bn)=k(a1+b1,a2+b2,a3+b3,...,an+bn)=ka1+b1,a2+b2,a3+b3,...,an+bn=k(a1+b1),k(a2+b2),k(a3+b3),...,k(an+bn)=ka1+kb1,ka2+kb2,ka3+kb3,...,kan+kbn=ka1,ka2,ka3,...,kan+kb1,kb2,kb3,...,kbn=ka1,a2,a3,...,an+kb1,b2,b3,...,bn=kA+kBTerbukti

Agar kalian lebih paham mengenai perkalian suatu vektor dengan skalar, perhatikan beberapa contoh di bawah ini.

🎯 Contoh 1


Perhatikan gambar berikut.
                                                    
Dari dua vektor tersebut, gambarlah vektor-vektor:
a. M⃗  + 2N⃗ 
b. 2M⃗  - 12N⃗ 
c. M⃗  - 32N⃗ 

Penyelesaian:


a. M⃗  + 2N⃗ 


2N⃗  merupakan vektor N⃗  yang panjangnya dua kali semula dengan arah yang sama. Dengan menggunakan metode ujung ke pangkal pada penjumlahn vektor, diperoleh:

                                              
b. 2M⃗  - 12N⃗ 

Dengan menggunakan definisi perkalian vektor dengan skalar dan metode ujung ke pangkal pada penjumlahan vektor, diperoleh:

                               
c. M⃗  - 32N⃗ 

Dengan menggunakan definisi perkalian vektor dengan skalar dan metode ujung ke pangkal pada penjumlahan vektor, diperoleh:

                                          


🎯 Contoh 2


Diketahui dua vektor A⃗ =1,1,2,2,3,3 dan B⃗ =2,4,6,8,10,12. Hitunglah:
a. 2A⃗  - B⃗ 
b. A⃗  + 12B⃗ 

Penyelesaian:

Dengan menggunakan definisi perkalian vektor dan skalar serta penjumlahan dan pengurangan vektor, diperoleh:
a.2AB=21,1,2,2,3,32,4,6,8,10,12=2,2,4,4,6,62,4,6,8,10,12=22,24,46,48,610,612=0,2,2,4,4,6
b.A+12B=1,1,2,2,3,3+122,4,6,8,10,12=1,1,2,2,3,3+22,42,62,82,102,122=1,1,2,2,3,3+1,2,3,4,5,6=1+1,1+2,2+3,2+4,3+5,3+6=2,3,5,6,8,9


🎯 Contoh 3


Diketahui vektor D⃗ =1,2. Carilah vektor lain yang berpangkal di titik A (4,1) dan sejajar dengan vektor D⃗ .

Penyelesaian:

Mula-mula, gambarkan vektor yang diberikan.
              
Perhatikan bahwa, untuk menemukan vektor lain yang sejajar dengan vektor D⃗  dan berpangkal di titik A, maka vektor yang baru harus merupakan bagian dari garis yang melalui A seperti pada gambar di atas.
Dengan menggeser titik A ke kanan 1 satuan dan ke atas 2 satuan, kita akan mendapatkan titik B(5, 3). Perhatikan bahwa vektor A⃗ B=D⃗ .
              
Perhatikan bahwa komponen A⃗ B=D⃗  dapat diperoleh dengan mengurangkan titik B dan titik A, sehingga untuk mencari vektor lain selain D⃗ , cukup kita cari sebarang nilai k yang memenuhi persamaan berikut:
kD=OBOAOB=OA+kD
Untuk k = 1, akan kita peroleh A⃗ B=D⃗ , yaitu:
OB=OA+D=4,1+1,2=5,3B(5,3)
Dengan demikian, diperoleh:
AB=OBOA=5,34,1=1,2=D
Vektor yang berbeda dapat kita temukan dengan memilih nilai k ≠ 1. Misalnya, kita pilih k = 2, maka akan kita peroleh:
OB=OA+2D =4,1+21,2=4,1+2,4=6,5B(6,5)
Dengan demikian, diperoleh:
AB=OBOA=6,54,1=2,4
Jadi, terdapat takhingga banyaknya vektor yang sejajar dengan vektor D⃗  dan berpangkal di titik A. Salah satunya adalah 2,4.

Related Posts: